-
Rusia diam-diam membantu Iran mengembangkan teknologi mesin rudal supersonik berkecepatan tinggi.
-
Transfer keahlian teknis insinyur Rusia berpotensi mengancam keselamatan kapal perang AS di Teluk Persia.
-
Kemitraan bersandi C430L ini memperdalam hubungan militer strategis antara Moskwa dan Tehran.
Sebagai imbalan atas dukungan drone, Rusia melengkapi pertahanan Iran dengan sistem pertahanan udara portabel Verba. Tehran juga mendapat akses satelit resolusi tinggi buatan Tiongkok untuk memantau pergerakan pangkalan militer AS.
Kemitraan alih teknologi rudal jelajah ini diprediksi menjadi bantuan militer paling signifikan dari Moskwa dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran senjata supersonik ini berpotensi merombak doktrin pertahanan kawasan Timur Tengah secara permanen.
“Jika orang-orang Rusia mampu membantu orang-orang Iran menyelesaikan masalah teknis mereka, saya pikir ini akan menjadi salah satu area bantuan teknis-militer Rusia yang paling berdampak bagi Iran dalam beberapa tahun terakhir.,” tutur Jim Lamson.
Kerja sama pertahanan ini bermula sejak awal 2023 dan tetap berlanjut di tengah eskalasi konflik regional dengan Amerika Serikat.