Udara Singapura Makin Buruk Jumat Pagi karena Asap Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 04 September 2026 | 06:45 WIB
Udara Singapura Makin Buruk Jumat Pagi karena Asap Kebakaran Hutan
Kualitas udara wilayah pusat Singapura memburuk hingga masuk kategori tidak sehat pada Jumat pagi. (CNA)
baca 10 detik
  • Indeks PSI 24 jam wilayah pusat Singapura menyentuh angka 101 atau kategori tidak sehat.

  • NEA mengaktifkan panduan harian kabut asap guna memitigasi dampak buruk pencemaran udara warga.

  • Sebanyak 28 lembaga publik menyiagakan rencana aksi darurat mengantisipasi perburukan kualitas udara.

Suara.com - Kualitas udara di wilayah pusat Singapura resmi memasuki kategori tidak sehat setelah Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam menembus angka 101. Lonjakan pencemaran ini menandai titik krusial ancaman kabut asap lintas batas yang mulai berdampak langsung pada area perkotaan.

Meskipun wilayah tengah mencatatkan level mengkhawatirkan, kawasan lain di Singapura masih bertahan di kategori sedang. Wilayah barat mencatat PSI 87, timur 86, utara 76, serta selatan berada di angka 74 pada pengukuran Jumat pukul 07.00 waktu setempat.

Pemerintah bergerak cepat meredam kepanikan publik dengan mengaktifkan skema panduan harian. Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) menegaskan komitmennya untuk mengawal perkembangan situasi ini secara ketat.

Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

"NEA menyampaikan bakal menerbitkan panduan harian kabut asap ketika PSI 24 jam memasuki rentang tidak sehat, yang didefinisikan sebagai bacaan di atas 100," ungkap lembaga tersebut, dikutip dari CNA, Jumat (4/9/2026).

Langkah antisipasi ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat terkait dampak paparan polusi udara. Protokol perlindungan kesehatan akan langsung disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Eskalasi penurunan kualitas udara ini sejatinya sudah terdeteksi sejak awal Agustus lalu. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) telah menaikkan status kewaspadaan ke Level 2 untuk wilayah ASEAN bagian selatan.

Penetapan status tertinggi kedua ini menjadi sinyal kuat atas melonjaknya risiko ancaman kabut asap lintas negara. Peningkatan titik panas secara signifikan memicu kemunculan asap tebal yang bertahan selama beberapa hari beruntun.

Sebanyak 28 lembaga publik yang tergabung dalam satgas antarkementerian menyatakan kesiapan penuh dalam mengeksekusi rencana aksi darurat. Pengawasan diperketat untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas bagi warga.

"Satgas kabut asap inter-agensi pemerintah siap menjalankan rencana aksi masing-masing jika kualitas udara memburuk ke rentang tidak sehat," tulis pernyataan resmi otoritas terkait.

baca juga

Di bawah komando NEA, tim gabungan ini dirancang untuk menekan dampak buruk pencemaran udara secara bertahap. Setiap instansi memiliki panduan aksi terukur yang disesuaikan dengan prakiraan cuaca serta tren PSI harian.

Sebagai langkah pencegahan rutin, satgas antarkementerian selalu menggelar koordinasi berkala sebelum memasuki musim kemarau di bulan Juni. Sepanjang tahun ini, konsolidasi intensif telah berlangsung sebanyak dua kali untuk memperbarui strategi penanganan.

Rapat koordinasi pertama digelar pada akhir Januari menyusul insiden kebakaran lahan gambut dan vegetasi di Johor Timur. Sementara pertemuan kedua berlangsung pada April guna memantapkan kesiapan infrastruktur serta regulasi mitigasi bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:45 WIB

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×