Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 15:45 WIB
Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?
Ilustrasi kebakaran hutan (pixabay/geralt)
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan Indonesia memicu kabut asap beracun yang meluas ke tiga negara tetangga.

  • Lebih dari 50.000 warga terinfeksi ISPA dan ribuan lainnya harus dirawat di rumah sakit.

  • Negara jiran seperti Singapura dan Filipina mulai memberlakukan status siaga serta antisipasi kesehatan.

Suara.com - Kawasan Asia Tenggara jadi korban kebakaran hutan Kalimantan. Kabut asap pekat nan beracun akibat kebakaran hutan dan lahan yang membara selama berturut-turut di Kalimantan dan Sumatera kini meluas hingga menyelimuti wilayah Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Laporan dari BBC Internasional, krisis kualitas udara lintas negara ini langsung memicu ancaman kesehatan serius serta melumpuhkan berbagai aktivitas harian masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Paparan asap tebal dari wilayah Kalimantan menjadi titik terparah yang memicu lonjakan drastis kasus infeksi saluran pernapasan akut di beberapa negara tetangga. Peningkatan paparan polutan berbahaya ini memaksa pemerintah lokal mengambil langkah darurat guna melindungi kelompok rentan.

Kondisi kepungan asap di lapangan bahkan telah sampai pada tingkat ekstrem yang membatasi jarak pandang secara drastis dalam jarak beberapa sentimeter saja. Lingkungan pemukiman warga kini sepenuhnya diselimuti kabut tebal hingga mengganggu kenyamanan serta aktivitas fisik mendasar.

Lumpuhnya fasilitas pendidikan menjadi salah satu dampak langsung yang dialami warga di wilayah paling terdampak. Seorang asisten pengajar di Banjarbaru mengungkapkan parahnya kondisi udara kepada BBC.

“Anda bahkan tidak bisa melihat kaki Anda sendiri akibat tebalnya asap."

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan yang merasakan dampak langsung krisis kualitas udara ini di dalam rumah mereka. Seorang ibu muda di Banjarbaru menceritakan kepada BBC bahwa putrinya yang berusia tiga tahun mengalami batuk, sakit tenggorokan, dan pilek ketika kabut asap mulai masuk ke dalam rumah mereka.

Dampak krisis pernapasan akibat kebakaran hutan ini mencatatkan angka kesakitan yang sangat tinggi dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat lebih dari 50.000 kasus infeksi saluran pernapasan terdeteksi antara Juli dan Agustus yang berkaitan langsung dengan kebakaran hutan dan lahan, dengan ribuan pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagian besar titik api terkonsentrasi di wilayah Borneo bagian Indonesia, pulau besar yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei. Indeks Pencemaran Udara (IPU) di sejumlah wilayah Sarawak, bagian pulau milik Malaysia, telah mencapai level tidak sehat.

baca juga

Pencemaran udara ini bahkan telah berhembus jauh hingga mencapai wilayah kepulauan di negara tetangga sebelah utara.

Di provinsi Palawan, Filipina, yang berada di utara titik kebakaran Indonesia dan selatan Manila, warga melaporkan "bau terbakar" di tengah kabut asap yang kian pekat hingga memicu sakit kepala serta iritasi mata dan tenggorokan.

Antisipasi ketat juga mulai diberlakukan oleh negara tetangga lainnya untuk memitigasi risiko pemburukan kondisi udara.

Singapura kini bersiap menghadapi lonjakan polusi udara dengan penimbunan masker N95 oleh pemerintah serta retail, sementara sekolah-sekolah mulai menyusun rencana pembatasan aktivitas luar ruangan.

Bencana kabut asap lintas batas ini akar masalahnya bermula dari kebakaran hutan dan lahan gambut yang terus membara selama beberapa pekan di berbagai pulau utama Indonesia. Fenomena cuaca kering mempercepat penyebaran titik api hingga melintasi batas wilayah darat dan laut Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Hancurkan 60 Persen Habitat Orang Utan Kalimantan

Karhutla Hancurkan 60 Persen Habitat Orang Utan Kalimantan

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:35 WIB

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:45 WIB

Bobotoh Harus Lapang Dada! Persib Bandung Terusir dari Stadion Si Jalak Harupat

Bobotoh Harus Lapang Dada! Persib Bandung Terusir dari Stadion Si Jalak Harupat

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×