Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Jum'at, 04 September 2026 | 17:28 WIB
Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026
Pegiat Independensi dan Reformasi Lembaga Peradilan (PILAR) menyoroti proses seleksi Calon Hakim Agung (CHA) 2026. (Suara.com/
baca 10 detik
  • PILAR menyoroti proses seleksi Calon Hakim Agung 2026 yang dinilai bermasalah dan sarat politisasi.
  • Komisi III DPR menyetujui sebelas calon hakim agung dan tiga hakim ad hoc dalam waktu dua hari tanpa penolakan.
  • PILAR menuntut moratorium seleksi hakim agung berikutnya serta pembentukan pemeriksaan independen guna mencegah intervensi politik di Mahkamah Agung.

Namun karena KY bertugas menjaga integritas dan independensi hakim, situasi ini menuntut standar keterbukaan dan pengelolaan konflik kepentingan yang sangat tinggi - hal mana tidak terjadi.

"Kepercayaan terhadap kemampuan KY menyelenggarakan seleksi berikutnya secara independen dan akuntabel telah tergerus, dan tidak dapat dipulihkan hanya dengan klaim bahwa prosedur telah dipenuhi," tulis PILAR.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Ni'matul Huda meragukan KY dapat menjalankan fungsinya, bila sejak awal pembentukan KY sudah tidak proporsional, tidak profesional, serta melanggar prinsip-prinsip penyediaan pejabat publik yang kompeten dan berintegritas.

"Nah bagaimana mungkin KY akan bisa mampu melakukan apa menjaga dan menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta perilaku kalau KY sendiri itu sudah menyimpangi dari prinsip-prinsip itu?" kata Ni'matul.

"Jadi ini satu hal yang mungkin tidak cukup kalau hanya dikritisi pada apa prosesnya tetapi juga mempertanyakan dengan proses yang cacat seperti ini kira-kira apa yang akan dilakukan KY di masa yang akan datang terhadap hakim-hakim agung yang sudah diusulkan dan kemudian disetujui oleh DPR. Mungkin itu yang menjadi kekhawatiran kita," sambung Ni'matul.

PILAR menilai DPR gagal menjadi penyaring atau filter dalam proses CHA 2026.

Seleksi kualitas calon Hakim Agung dan calon Hakim Ad Hoc di MA tahun 2026 (komisiyudisial.go.id)
Seleksi kualitas calon Hakim Agung dan calon Hakim Ad Hoc di MA tahun 2026 (komisiyudisial.go.id)

Mereka menyoroti langkah Komisi III DPR yang menyetujui seluruh sebelas CHA 2026 serta tiga hakim ad hoc hanya dalam dua hari fit and proper test, tanpa satupun penolakan, meski kritik publik terhadap kompetensi, rekam jejak, afiliasi politik, dan kualitas proses seleksi telah memuka.

Ada empat poin yang menjadi tuntutan PILAR perihal proses seleksi CHA 2026. Tuntutan tersebut sebagai berikut:

Pertama, moratorium seleksi hakim agung berikutnya. Moratorium bukan penghentian permanen, melainkan safeguard agar proses yang integritasnya sedang dipertanyakan tidak direproduksi. Seleksi baru hanya dapat dilanjutkan setelah evaluasi dan perbaikan mendasar terbukti secara meyakinkan.

baca juga

Kedua, pemeriksaan independen atas dugaan pelanggaran, termasuk pembentukan Dewan Etik. Mengingat dugaan pelanggaran bersifat sistemik dan melibatkan lebih dari satu komisioner, mekanisme internal KY (Mahkamah Kehormatan) diragukan dapat bekerja objektif. Pembentukan Dewan Etik independen oleh Presiden sebagai kepala negara, yang bekerja selayaknya Tim Gabungan Pencari Fakta, layak dipertimbangkan.

Ketiga, membuka proses dan hasil seleksi CHA 2026 kepada publik — termasuk kriteria dan hasil penilaian, dasar kelulusan/ketidaklulusan kandidat, proses deliberasi dan dissenting opinion— untuk menjawab apakah hasil seleksi benar-benar ditentukan oleh merit.

Keempat, menghentikan segala bentuk intervensi politik terhadap pengisian dan tata kelola kekuasaan kehakiman oleh DPR dan Pemerintah dan mendorong pemantauan yang lebih sistematis oleh masyarakat sipil terhadap titik-titik rentan intervensi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI 2026-2031

Sah! Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI 2026-2031

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 18:59 WIB

Seleksi Hakim Agung 2026 Dikritik, PILAR Soroti Dugaan Intervensi Politik dan Konflik Kepentingan

Seleksi Hakim Agung 2026 Dikritik, PILAR Soroti Dugaan Intervensi Politik dan Konflik Kepentingan

News | Rabu, 02 September 2026 | 12:48 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Gerindra Tepis Isu Rais Aam dan Ketum PBNU Baru 'Paket Titipan' Prabowo

Gerindra Tepis Isu Rais Aam dan Ketum PBNU Baru 'Paket Titipan' Prabowo

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus

Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Azarine Gandeng Nailong Hadirkan Sun-Block di Blok M, Ada Sunscreen Gratis

Azarine Gandeng Nailong Hadirkan Sun-Block di Blok M, Ada Sunscreen Gratis

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 19:36 WIB

Kata-kata Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Pecundangi Persib Setelah Sekian Lama

Kata-kata Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Pecundangi Persib Setelah Sekian Lama

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:32 WIB

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:30 WIB

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:16 WIB

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:11 WIB

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

×