Karhutla di Berau Kepung Pusat Rehabilitasi, 18 Orang Utan Kini Dalam Bahaya

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 04 September 2026 | 19:19 WIB
Karhutla di Berau Kepung Pusat Rehabilitasi, 18 Orang Utan Kini Dalam Bahaya
Ilustrasi Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom]
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan di Berau mengancam dua pusat rehabilitasi COP yang merawat 18 orang utan.
  • Pihak COP menyiagakan langkah mitigasi bencana serta tim medis untuk evakuasi darurat orang utan.
  • Dampak lanjutan karhutla berpotensi memicu krisis pakan dan konflik satwa liar dengan warga pemukiman.

Suara.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mengepung dua situs pusat rehabilitasi orang utan yang dikelola Centre for Orangutan Protection (COP) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Sebanyak total 18 individu orang utan yang berada di bawah perawatan lembaga tersebut berada dalam kondisi siaga akibat titik api yang kian mendekat kawasan konservasi ex-situ tersebut.

Manajer Komunikasi Centre for Orangutan Protection (COP), Wahyuni, menuturkan bahwa situs pertama berada di Kampung Tasuk yang menampung 17 individu orang utan.

Kebakaran di kawasan gambut dekat situs ini sempat terjadi beberapa hari lalu. Namun berhasil diatasi secara cepat oleh tim gabungan lantaran lokasinya yang masih terjangkau oleh armada pemadam kebakaran kota dan bantuan pihak swasta.

Kemudian ada situs kedua yang berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan.

"Dua-dua mengalami ancaman. Lokasinya itu mengalami ancaman karena untuk yang di Kampung Tasuk sendiri itu ternyata di sekitaran situ tuh ada gambut, rawa dia," kata Wahyuni dikutip, Jumat (4/9/2026).

Disampaikan Yuyun sapaan akrabnya, di lokasi Labanan yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari situs Tasuk, terdapat satu individu orang utan unrelease bernama Ambon yang berada dalam posisi sangat rawan. Mengingat sulitnya akses geografis untuk membawa armada air.

"Sementara kalau yang di Labanan, di Hutan Labanan itu agak sulit karena aksesnya memang juga susah. Jadi ke lokasi itu enggak bisa tuh bawa tangki airnya ke situ. Jadi ya harus pakai jet shooter," ujarnya.

Ia bilang kebakaran di Hutan Labanan mencatatkan jarak yang cukul mengkhawatirkan dari keberadaan Ambon. Hal itu ditandai dengan abu sisa kebakaran yang sudah sempat masuk hingga ke area kandang.

baca juga

Walaupun memang kondisi kesehatan fisik serta psikologis seluruh orang utan di dua situs itu dilaporkan dalam keadaan stabil dan aman.

Keadaan iklim mikro Hutan Labanan yang masih sangat alami dinilai menjadi penyaring alami asap. Sehingga orang utan Ambon tetap dapat menjalankan aktivitas rutin dan latihan harian tanpa menunjukkan tanda-tanda stres.

"Jadi kondisi di luaran sana kemarin tuh sempat memang abu bakaran itu sampai ke kandangnya (orang utan Ambon), tapi tidak banyak gitu, dalam artian sudah tersaring," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap skenario terburuk, COP telah menyiagakan skema mitigasi bencana yang matang. Pihak pengelola telah menyiapkan kolam-kolam air penampungan di sekitar situs.

Termasuk kandang pasokan transportasi khusus, hingga kesiapan tim medis dan dokter hewan untuk melakukan evakuasi mendadak Ambon menuju situs Tasuk jika kebakaran semakin mendekat.

Ancaman karhutla tidak berhenti pada krisis nyala api semata, kata Yuyun, ada dampak lanjutan berupa krisis pakan pascabencana yang dapat memicu konflik antarsatwa maupun interaksi negatif dengan pemukiman warga.

COP bahkan mencatat bahwa empat hari lalu pihaknya baru saja melakukan translokasi satu individu orangutan dari area perkebunan kelapa sawit yang diduga terdesak akibat rusaknya habitat alami.

"Pastinya rebutan pakan ya gitu. Jadi ada beberapa kantong-kantong itu akan terjadi persaingan antar mereka sendiri gitu. Biasanya kalau udah konflik gitu, mereka akan datengin ke pemukiman. Nanti makin banyak informasi yang kita dapet, harus dievakuasi gitu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Indonesia: 22 Kasus Masuk Tahap Penyelidikan

Karhutla Indonesia: 22 Kasus Masuk Tahap Penyelidikan

Video | Jum'at, 04 September 2026 | 18:50 WIB

Puan Soroti Respons Lambat Karhutla: Makin Lama Dipadamkan, Makin Mahal Biayanya!

Puan Soroti Respons Lambat Karhutla: Makin Lama Dipadamkan, Makin Mahal Biayanya!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:45 WIB

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:36 WIB

Turun Gunung, Sherina Munaf Ikut Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah

Turun Gunung, Sherina Munaf Ikut Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah

Entertainment | Jum'at, 04 September 2026 | 16:37 WIB

Sampurna Mati Tragis, Pakar UGM Sebut Kematian Satwa Karhutla Cuma Sebagian Kecil Realita

Sampurna Mati Tragis, Pakar UGM Sebut Kematian Satwa Karhutla Cuma Sebagian Kecil Realita

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:41 WIB

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 12:26 WIB

Terkini

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:45 WIB

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 10:42 WIB

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:39 WIB

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:32 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:27 WIB

Pencarian Masih Berlangsung, Bantuan Mengalir untuk Lima Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Pencarian Masih Berlangsung, Bantuan Mengalir untuk Lima Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:24 WIB

×