- Pemerintah Kabupaten Serang memberlakukan sekolah daring di tujuh kecamatan mulai Senin untuk melindungi siswa dari abu vulkanik.
- Pemerintah Provinsi Lampung menerapkan pembelajaran daring dan menghentikan kegiatan luar ruangan sekolah selama dua hari akibat erupsi.
- Dinas Pendidikan DKI Jakarta mewajibkan seluruh satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran jarak jauh mulai Senin demi keselamatan kesehatan siswa.
"Selain itu untuk seluruh kegiatan sekolah, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan termasuk olahraga dan upacara semua dihentikan sementara," katanya.
Rahmat mengatakan aktivitas GAK menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi berdampak terhadap masyarakat. Pemerintah juga terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut dan memperbarui informasi secara berkala.
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian kami semua, karena merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia bersama dengan Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-Laki, dan Gunung Sinabung," ucap dia.
"Kita telah melakukan pengamatan sejak Jumat tentang aktivitas yang terjadi di Gunung Anak Krakatau. Dan akan terus melakukan upaya mitigasi, serta masyarakat diharapkan dapat mencari informasi berdasarkan sumber resmi terkait perkembangan ini, dan tetap tenang," tambahnya.
Jakarta Mulai PJJ Senin
Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga mengalihkan pembelajaran dari sekolah ke rumah mulai Senin (7/9).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan untuk menjaga kesehatan warga sekolah dari paparan abu vulkanik GAK.
"Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan," kata Nahdiana dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Menurut Nahdiana, PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Proses pembelajaran tetap berlangsung dari rumah dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan untuk memastikan pembelajaran jarak jauh berjalan dengan baik. Sekolah diminta menyediakan alternatif apabila peserta didik mengalami kendala selama belajar dari rumah.
"Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi," ujarnya.
Pelaksanaan PJJ di Jakarta akan dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi abu vulkanik. Pemprov DKI juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan pemerintah.
"Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi. Pemprov DKI mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," pungkasnya.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik pada 5 September 2026.
Surat edaran tersebut menginstruksikan satuan pendidikan mulai dari PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA hingga SMK negeri dan swasta di Jakarta menerapkan PJJ mulai 7 September sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Kebijakan di tiga wilayah tersebut menunjukkan pemerintah daerah memilih pembelajaran daring sebagai langkah mitigasi sementara untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah selama paparan abu vulkanik GAK masih menjadi perhatian.