Akui Jadi Pelajaran! Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Jangan Tunggu Kejadian

Muhamad Yasir

Senin, 07 September 2026 | 14:57 WIB
Akui Jadi Pelajaran! Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Jangan Tunggu Kejadian
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan anggaran mitigasi bencana secara signifikan.
  • Pemerintah berencana memperkuat kesiapsiagaan darurat dengan menyediakan sarana seperti helikopter, ekskavator desa, dan kapal induk asal Italia.
  • Instruksi tersebut diberikan untuk menghadapi berbagai bencana alam di Indonesia, termasuk gempa Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan. Ia menekankan pemerintah harus memiliki kesiapan sumber daya sebelum bencana terjadi, mengingat Indonesia memiliki risiko kebencanaan yang tinggi.

"Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Prabowo mengatakan posisi Indonesia di kawasan Ring of Fire membuat berbagai wilayah memiliki potensi menghadapi bencana alam. Karena itu, kesiapsiagaan dan mitigasi harus diperkuat sejak sebelum bencana terjadi.

Presiden meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk menyusun perencanaan mitigasi bencana.

Dalam perencanaan tersebut, Prabowo meminta pemerintah tidak hanya menghitung kebutuhan minimum, tetapi menyediakan sumber daya dalam jumlah lebih besar agar siap digunakan sewaktu-waktu.

"Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," ujarnya.

Prabowo juga meminta pemerintah menyiapkan lebih banyak ekskavator berukuran kecil di tingkat desa, terutama di wilayah yang rutin menghadapi kebakaran hutan.

Ia kemudian menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut termasuk penguatan sarana dan prasarana untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kombinasi foto udara yang menunjukkan kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada Jumat (31/7/2026) (kiri), serta aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026) petang (kanan). (ANTARA/HO Badan Geologi - ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU)
Kombinasi foto udara yang menunjukkan kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada Jumat (31/7/2026) (kiri), serta aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026) petang (kanan). (ANTARA/HO Badan Geologi - ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU)

Siapkan Helikopter hingga Kapal Induk

baca juga

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menyampaikan rencana pemanfaatan kapal induk dari Italia yang akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut. Kapal itu nantinya akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone.

Menurut Prabowo, kapal tersebut dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Masing-masing helikopter mampu mengangkut sekitar 4-5 ton air untuk mendukung pemadaman kebakaran dari udara.

Pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan pesawat dalam operasi modifikasi cuaca. Prabowo meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji bahan yang paling efektif untuk mendukung teknologi tersebut.

"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo memimpin rapat terbatas untuk memantau perkembangan penanganan sejumlah bencana alam di Indonesia melalui konferensi video dari Jakarta, Senin.

Dalam rapat yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden tersebut, Prabowo menyebut pemerintah saat ini menghadapi sejumlah kondisi kebencanaan, mulai dari gempa bumi di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan asap. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perintah Prabowo ke Polri: Sikat Korporasi Penyebab Karhutla, Cabut Izinnya Bila Perlu!

Perintah Prabowo ke Polri: Sikat Korporasi Penyebab Karhutla, Cabut Izinnya Bila Perlu!

News | Senin, 07 September 2026 | 14:32 WIB

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Malaysia Terdampak Karhutla Indonesia Sampai Harus Bikin Hujan Buatan

Malaysia Terdampak Karhutla Indonesia Sampai Harus Bikin Hujan Buatan

News | Senin, 07 September 2026 | 13:42 WIB

Terkini

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×