Kondisi Terkini Andrie Yunus: Mata Kanan Masih Belum Berfungsi

Vania Rossa

Senin, 07 September 2026 | 17:19 WIB
Kondisi Terkini Andrie Yunus: Mata Kanan Masih Belum Berfungsi
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (Suara.com)
baca 10 detik
  • Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diserang air keras oleh empat personel TNI di Jakarta pada Maret lalu.
  • Korban mengalami luka bakar parah pada kulit serta kerusakan kornea mata kanan hingga penglihatannya terganggu.
  • Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta mengabulkan banding pelaku dengan membatalkan sanksi pemecatan serta mengurangi hukuman penjara.

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)  mengungkapkan kondisi terkini Andrie Yunus perlahan berangsur pulih. Andrie merupakan Wakil Koordinator KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras oleh personil TNI pada Maret lalu. 

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina mengatakan setelah mendapat penanganan medis, Andrie kini telah berangsur membaik setelah sebelumnya sebagian tubuh dan matanya mengalami kerusakan karena paparan air keras. 

Kata dia, bola mata Andrie sempat mengalami kebocoran yang menyebabkan kerusakan kornea mata sebelah kanan rusak hingga 40 persen. Jane menambahkan, karena itu sampai saat ini Andrie belum dapat melihat secara jelas. 

"Tidak (bisa melihat). Tidak bisa menangkap objek, bahkan huruf yang paling besar. Itu yang dikhawatirkan," kata Jane kepada Suara.com di Jakarta pada Senin (7/9/2026). 

Selain mata, Jane bercerita seperlima dari bagian tubuh Andrie juga mengalami luka bakar. Sifat asam dalam air keras menyebabkan kulit Andrie mengalami kerusakan yang sangat parah, katanya. Sebagian kulit Andrie mengalami scars 

"Jadi memang efek pada tubuhnya atau kulitnya itu sangat parah, ya, karena kita lihat saja motor yang dia gunakan atau barang-barang yang dia gunakan itu ketika terkena air keras meleleh. Apalagi kulit," imbuh Jane. 

Sampai saat ini, Andrie masih fokus untuk penanganan medis. Jane mengungkapkan Andrie juga tengah vakum sementara untuk melakukan kegiatan advokasi bersama KontraS. 

Meski begitu, kata Jane, Andrie tetap mengikuti perkembangan proses hukum terhadap para pelaku yang menyiramnya.

Dia juga mengatakan Andrie menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasinya kepada masyarakat yang ikut mengawal penegakan hukum pada kasus penyiraman air keras. 

baca juga

Sebagai informasi, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diserang oleh sejumlah personel TNI menggunakan air keras saat sedang berkendara pada (12/3/2026) lalu. 

Empat orang anggota Badan Intelejen Strategis TNI, Lettu Sami Lakka, Lettu Budhi Hariyanto, Kapaten Nandala Dwi dan Serda Edi Sudarko terbukti bersalah atas penyerangan kepada aktivis kemanusian itu. 

Belakangan ini, Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta malah mengabulkan banding dengan membatalkan sanksi pemecatan dan pengurangan hukuman penjara kepada Lettu Budhi Hariyanto dan Serda Edi Sudarko. 

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hukuman Pelaku Serangan Andrie Yunus Dipangkas, Aktivis Geruduk MA

Hukuman Pelaku Serangan Andrie Yunus Dipangkas, Aktivis Geruduk MA

Foto | Senin, 07 September 2026 | 16:28 WIB

TAUD Tak Terima Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Batal Dipecat, Sebut Peradilan Militer Omong Kosong

TAUD Tak Terima Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Batal Dipecat, Sebut Peradilan Militer Omong Kosong

News | Senin, 07 September 2026 | 14:56 WIB

Dua Tentara Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Usman Hamid: Skandal Besar

Dua Tentara Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Usman Hamid: Skandal Besar

News | Minggu, 06 September 2026 | 18:18 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×