-
Indonesia mengalihfungsikan kapal induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi pangkalan helikopter dan drone.
-
Kapal yang berganti nama menjadi KRI Gajah Mada ini tiba pertengahan September mendatang.
-
Alutsista ini difokuskan mengangkut helikopter pemadam kebakaran untuk mempercepat penanggulangan bencana alam.
Suara.com - Indonesia segera mengoperasikan kapal induk pertamanya untuk mempercepat penanganan bencana alam dan memperkuat pertahanan nasional. Kapal perang bekas Italia tersebut bakal dimodifikasi khusus agar mampu mengangkut armada helikopter pemadam kebakaran serta pesawat tanpa awak. Salah satunya untuk kebakaran hutan.
Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi efisiensi mitigasi bencana darat seperti kebakaran hutan yang membutuhkan penyiraman air berskala besar secara cepat. Kehadiran kapal penjelajah udara ini sekaligus menandai babak baru modernisasi alutsista maritim di kawasan regional.
Persiapan teknis perombakan pangkalan terapung ini difokuskan pada optimalisasi geladak terbang untuk mendukung operasi kemanusiaan darurat. Pemerintah memproyeksikan kapal militer tersebut efektif beroperasi penuh setelah serangkaian penyesuaian fasilitas penerbangan rampung.

"Sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter, dan untuk drone," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam Ratas Penanganan Bencana Alam, Jakarta Senin kemarin.
Kapasitas angkut kapal ini dirancang untuk menampung sekitar sepuluh unit helikopter angkut sedang hingga berat. Armada penerbang yang disiapkan mencakup helikopter tangguh tipe Black Hawk serta MI-17.
"Yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita," ucap dia.
Perjalanan lintas samudra kapal perang eks-Italia ini menuju perairan Nusantara dijadwalkan tiba pada pertengahan September. Saat ini armada tersebut tengah menempuh rute pelayaran panjang dari kawasan Mediterania.
Proses peralihan hak milik serta perubahan identitas resmi kapal bakal dilakukan begitu berlabuh di tanah air. Bendera kebangsaan Italia secara formal diserahterimakan kepada jajaran TNI Angkatan Laut.
ITS Giuseppe Garibaldi mencatatkan sejarah penting sebagai kapal penjelajah bergeladak utuh pertama yang dirancang industri pertahanan Italia. Kapal ini menjadi salah satu pilar utama kekuatan Angkatan Laut Italia selama beberapa dekade.
Rekam jejak tempurnya mencakup berbagai misi operasi udara di zona konflik global seperti Somalia, Kosovo, Afghanistan, hingga Libya. Ketangguhan navigasinya teruji dalam beragam kondisi perairan ekstrem.
Dimensi fisik kapal ini membentang sepanjang 180,2 meter dengan bobot bobot mati mencapai 13,8 ribu ton. Kecepatan maksimalnya sanggup menembus 30 knot atau setara 56 kilometer per jam.
Kapasitas akomodasi interior kapal mampu menampung 600 awak inti beserta 230 personel grup penerbang udara. Dalam situasi darurat, kapal ini sanggup membawa 100 personel komando serta tambahan 600 pasukan khusus.