Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda

Bangun Santoso

Selasa, 08 September 2026 | 21:35 WIB
Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda
Warga berdiri dengan latar belakang Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz]
baca 10 detik
  • Delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, satu pemandu, dan dua kru kapal hilang kontak di Gunung Anak Krakatau sejak Senin, 7 September 2026.
  • Pemandu wisata sempat mengirimkan foto dan kabar bahwa rombongan berada di lokasi pada pukul 18.14 WIB sebelum akhirnya seluruh ponsel tidak dapat dihubungi.
  • Basarnas Banten melakukan operasi pencarian di perairan Selat Sunda yang terkendala cuaca buruk serta angin kencang dan dilanjutkan pada keesokan harinya.

Suara.com - Peristiwa hilang kontak dilaporkan menimpa rombongan yang terdiri dari lima jurnalis foto, satu pemandu wisata (tour guide), dan dua kru kapal di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Rombongan tersebut dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (7/9/2026) setelah berangkat untuk melakukan peliputan dan pengambilan gambar kondisi terkini gunung api aktif tersebut.

Dikutip dari Suarabanten.id, identitas kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari INews, Daus dari Kompas, Bagus dari Antara, dan Donal.

Selain para jurnalis, terdapat Heri Bonsay yang bertindak sebagai tour guide serta dua orang kru kapal yang hingga kini identitasnya masih dalam pendataan.

Detik-detik Keberangkatan dari Dermaga Marina Carita

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, rombongan ini memulai perjalanan pada Senin, 7 September 2026.

Mereka bertolak dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan sebuah unit speedboat sewaan.

Tujuan utama perjalanan ini adalah menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas vulkanik di sana.

Kepala Desa Sukajadi, Sandi Wyasa, memberikan keterangan mengenai rencana perjalanan rombongan tersebut.

baca juga

Menurutnya, para jurnalis dan kru kapal berencana melakukan perjalanan singkat atau yang biasa disebut dengan istilah 'tektok', yakni berangkat dan pulang pada hari yang sama tanpa menginap.

"Jadi ada 5 orang fotografer itu mau sewa boat, dan guidenya itu Heri Bonsay. Dan berangkat lah hari Senin jam 2an, dan itu rencananya tektok," ujarnya saat dihubungi awak media pada Selasa (8/9/2026) petang.

Secara teknis, perjalanan dari Pantai Carita menuju Gunung Anak Krakatau memakan waktu sekitar dua jam.

Dengan estimasi tersebut, rombongan seharusnya sudah tiba di lokasi tujuan pada sore hari dan kembali ke daratan Pandeglang pada malam harinya.

"Kalau jam 2 siang berangkat itu nyampe Krakatau itu jam 4 sore, dan harusnya perkiraan jam 8 malam itu sudah pulang. Kondisi sekarang memang lagi angin Selatan, lagi kenceng angin," imbuh Sandi.

Pesan Terakhir dan Foto dari Gunung Anak Krakatau

Kecemasan mulai muncul ketika rombongan tidak kunjung tiba di Pantai Carita hingga Senin malam.

Padahal, komunikasi terakhir sempat terjalin antara pemandu wisata, Heri Bonsay, dengan pihak keluarga di daratan.

Sandi menyampaikan bahwa Heri Bonsay sempat mengirimkan kabar terakhir kepada istrinya pada Senin petang, tepatnya pukul 18.14 WIB.

Dalam pesan tersebut, Heri juga mengirimkan foto yang menunjukkan posisi mereka sudah berada di kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Dan itu si guidenya sempat ngirim foto ke istrinya (lagi di Krakatau) sekitar jam 18.14 WIB, dan bilang aman. Tapi setelah itu enggak ada kabar lagi," ucap Sandi.

Setelah pesan singkat pada pukul 18.14 WIB tersebut, seluruh ponsel milik anggota rombongan tidak dapat dihubungi.

Upaya pencarian mandiri dan koordinasi dengan pihak terkait langsung dilakukan setelah rombongan melewati batas waktu kepulangan yang dijadwalkan.

Kendala Cuaca Buruk dan Angin Kencang dalam Pencarian

Upaya pencarian langsung direspon oleh tim SAR gabungan. Namun, proses evakuasi dan penyisiran di perairan Selat Sunda menghadapi kendala alam yang cukup berat.

Angin Selatan yang bertiup kencang menyebabkan gelombang tinggi, sehingga membahayakan keselamatan tim penyelamat.

Sandi Wyasa membenarkan bahwa tim Basarnas sempat mencoba melakukan pemberangkatan dari titik Carita, namun terpaksa memutar balik karena faktor keamanan kapal yang digunakan.

"Basarnas mau nyari (berangkat) dari Carira, tapi kondisi kapal tidak memungkinkan karena kapal terbuka dan udah mau malam, mereka memutuskan balik lagi. Tapi yang dari Merak infonya langsung melakukan pencarian," kata Sandi.

Meskipun status rombongan belum diketahui, Sandi menegaskan bahwa kapasitasnya saat ini hanya bisa mengonfirmasi adanya kondisi hilang kontak, bukan menyatakan status hilang secara hukum atau teknis operasional SAR.

"Saya belum berani bilang hilang karena bukan kewenangannya. Tapi saya hanya bilang mereka hilang kontak. Dan mudah-mudahan segera ditemukan selamat," tandasnya.

Basarnas Banten Sisir Koordinat Duga di Selat Sunda

Hingga Selasa (8/9/2026) malam, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten memastikan bahwa keberadaan kelima jurnalis beserta kru kapal belum ditemukan.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa operasi SAR masih terus berlangsung di tengah kondisi cuaca yang menantang.

"Sampai saat ini masih melaksanakan pencarian dan masih nihil bang," kata Rizky Dwianto saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa 8 September 2026 malam.

Berdasarkan rilis resmi yang dikeluarkan oleh Basarnas Banten, tim gabungan telah memetakan area pencarian di sekitar perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.

Fokus pencarian diarahkan pada titik koordinat yang diduga menjadi lokasi terakhir atau jalur lintasan kapal tersebut.

"Titik kordinat duga 06°14'40.52''S 105°40'49.48"T Heading: 288.34°," tulis keterangan dari rilis resmi Basarnas Banten itu.

Setelah melakukan penyisiran sepanjang hari Selasa, tim SAR gabungan melakukan evaluasi terhadap hasil operasi.

Namun, karena keterbatasan jarak pandang dan kondisi malam hari, operasi fisik di lapangan dihentikan sementara untuk dilanjutkan pada keesokan harinya.

"Gabungan melaksanakan de Briefing dengan hasil Nihil dan Ops SAR akan dilanjutkan esok hari," tulis keterangan resmi Basarnas Banten itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:37 WIB

Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker

Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:30 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:15 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Gempa Hybrid Capai 100 Kali

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Gempa Hybrid Capai 100 Kali

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 16:18 WIB

Aktivitas Penyeberangan Sebesi-Canti Normal, Pemerintah Imbau Warga Tak Termakan Hoaks

Aktivitas Penyeberangan Sebesi-Canti Normal, Pemerintah Imbau Warga Tak Termakan Hoaks

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 09:59 WIB

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

×