- Polda Banten mendirikan pos antemortem dan mengerahkan tim gabungan untuk mencari delapan orang hilang kontak di Selat Sunda.
- Speedboat rombongan yang berangkat dari Carita menuju Gunung Anak Krakatau belum ditemukan oleh tim SAR gabungan hingga hari kedua pencarian.
- Kapolda Banten mengimbau masyarakat agar mematuhi zona aman PVMBG dan tidak mempercayai informasi hoaks tentang tsunami.
Suara.com - Polda Banten menyiapkan pos antemortem di tengah pencarian delapan orang yang hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Pos tersebut disiapkan sebagai langkah kesiapsiagaan apabila nantinya diperlukan proses identifikasi.
"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," kata Kapolda Banten Irjen Hengki kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Meski pos antemortem telah disiapkan, Hengki menegaskan pencarian terhadap rombongan tersebut masih terus dilakukan. Polda Banten bersama TNI, Basarnas, BMKG, BPBD, Polairud, Lanal, dan unsur terkait lainnya masih menyisir perairan Selat Sunda.
Rombongan tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Perjalanan yang diperkirakan berlangsung sekitar dua jam itu mengalami kendala komunikasi. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, setelah itu rombongan kembali hilang kontak.
Operasi SAR kemudian dimulai pada Selasa (8/9). Hingga memasuki hari kedua, keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya belum ditemukan.
![Polda Lampung memperkuat operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang kru kapal yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/27802-pencarian-jurnalis-hilang-di-selat-sunda.jpg)
Polda Banten memastikan pencarian tetap menjadi prioritas. Namun, keselamatan personel yang diterjunkan juga menjadi perhatian karena operasi berlangsung di wilayah perairan.
“Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan,” katanya.
Di tengah pencarian, Hengki kembali mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah ditetapkan karena kondisi gunung masih tidak stabil.
Hengki juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk isu tsunami yang beredar di media sosial.