- Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta BGN menangani serius siswa korban keracunan MBG di Karo pada Rabu (9/9/2026).
- Sekitar 256 pelajar SMA dan SMK di Berastagi mengalami gangguan kesehatan pada Kamis (13/8/2026) usai menyantap menu tersebut.
- Pemerintah didesak menanggung biaya pemulihan kesehatan korban kurang mampu yang mengalami dampak kronis hingga hilang ingatan.
Suara.com - Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait menangani secara serius siswa yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Saan Mustopa menilai penanganan tidak boleh hanya berfokus pada kondisi korban saat ini, tetapi juga harus memastikan anak tersebut dapat pulih, termasuk dari dampak kesehatan yang ditimbulkan.
"Kita minta dari BGN, bahkan dari instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani mereka secara serius. Dan sungguh-sungguh agar dampak dari keracunan MBG itu anaknya bisa segera pulih kembali ya secara kesehatan dan juga yang lainnya," kata Saan kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Saan, kasus keracunan di Karo sudah berada pada kondisi yang memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan lebih cepat dan serius dari pemerintah.
Menurutnya, kondisi didwa yang sampai alami hilang ingatan itu berbeda dengan kasus keracunan yang dampaknya dinilai tidak terlalu berisiko.
"Kalau ada keracunan-keracunan yang terjadi itu kan bisa ditangani dengan cepat karena tidak terlalu berisiko. Nah, kalau yang ini kan sudah berisiko karena kehilangan ingatan, masuk dalam penyakit-penyakit yang memang dampaknya sangat kronis," katanya.
Karena itu, Saan meminta pemerintah daerah dan BGN mengambil langkah yang lebih cepat dalam menangani para korban.
"Karena itu, baik pemerintah daerah, terutama juga dari BGN memang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat dan lebih serius lagi," ujar Saan.
Selain penanganan medis, Saan meminta pemerintah memperhatikan persoalan pembiayaan pemulihan kesehatan para korban.
Menurutnya, hal tersebut penting karena para siswa yang terdampak disebut berasal dari keluarga kurang mampu.
"Termasuk juga karena kan pasti mereka yang mendapat keracunan itu kan berasal dari kalangan keluarga yang kurang mampu kan. Nah, karena itu, terkait dengan soal pembiayaan untuk pemulihan kesehatan anak tersebut juga perlu diperhatikan dan perlu untuk ditanggung secara sungguh-sungguh juga," tutur Saan.
Ratusan Pelajar Karo Diduga Keracunan MBG
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo terjadi pada Kamis (13/8/2026). Saat itu, sekitar 256 pelajar SMA dan SMK di Kecamatan Berastagi dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Para siswa mengalami sejumlah gejala, di antaranya gatal pada mulut hingga sesak napas, dan mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Salah satu siswa SMK berinisial FBP kemudian dilaporkan mengalami kondisi lebih berat dan sempat dirujuk ke RSU Haji Medan setelah mengalami penurunan kesadaran akibat nyeri perut hebat.
Belakangan, muncul laporan bahwa siswa tersebut diduga mengalami hilang ingatan hingga tidak mengenali orang-orang di sekitarnya.