- Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan kasus keracunan MBG berpotensi menimbulkan trauma psikologis berbeda pada setiap anak.
- Kemenkes mencatat hingga 2 September 2026 korban keracunan program tersebut mencapai 50.059 orang di berbagai wilayah Indonesia.
- Kasus keracunan terbaru kembali dilaporkan menimpa puluhan siswa di Sleman Yogyakarta serta Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, membuka kemungkinan dampak psikologis pada anak-anak akubat maraknya keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak menutup kemungkinan kejadian tersebut membuat sebagian anak jadi trauma terhadap makanan.
Menurut Arifah, kondisi psikologis setiap anak berbeda sehingga dampak dari pengalaman tersebut juga tidak bisa disamaratakan.
“Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Tergantung bagaimana kondisi si anak,” kata Arifah saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Arifah mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pendampingan anak-anak yang terdampak.
Ia mencontohkan pengalamannya saat menjenguk salah satu anak di rumah sakit.
Menurut dia, ada anak yang masih mau mengonsumsi makanan, tetapi ada pula yang mulai menolak jenis makanan tertentu.
“Jadi kemarin yang saya jenguk di rumah sakit, nggak (trauma) tuh, karena makanannya enak-enak. Ada juga nggak mau telur lagi, nah ini kan perlu ada edukasi,” ujarnya.

Arifah mengatakan, pengalaman yang dialami anak dapat memengaruhi kondisi psikologisnya. Karena itu, menurut dia, edukasi menjadi bagian yang penting dalam proses pendampingan.
“Namanya anak-anak kan, apa yang dia lihat berpengaruh terhadap psikologisnya,” kata Arifah.
Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan per 2 September 2026, jumlah orang yang terdampak akibat keracunan makanan terkait program MBG tercatat mencapai 50.059 orang dari 560 kejadian di 245 kabupaten/kota.
Namun sampai saat ini, informasi mengenai dugaan keracunan MBG itu juga masih bertambah.
Seperti pada 7 September 2026, dilaporkan terjadi dugaan keracunan yang menimpa 45 siswa di Sleman, Yogyakarta.
Serta pada 9 September 2026, dilaporkan kasus dugaan keracunan massal baru yang dialami oleh sekitar 120 siswa sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah setelah mengonsumsi menu MBG.