- DKI Jakarta mengirim 27 pelajar ke barak militer bersama daerah penyangga pada 4 September hingga 14 September 2026.
- Pengiriman pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ke fasilitas TNI di Citeureup, Bogor, dipicu oleh penangkapan saat unjuk rasa ricuh 27 Agustus lalu.
- Program pembinaan karakter hasil sinergi kementerian dan kepolisian ini bertujuan membuat generasi muda semakin mencintai tanah airnya.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membeberkan musabab pengiriman puluhan pelajar ibu kota ke barak militer untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Bela Negara.
Pramono menegaskan, keikutsertaan Jakarta dalam program penggemblengan ini berjalan serentak bersama dengan sejumlah daerah penyangga di sekitarnya.
"Memang Jakarta juga ikut mengirimkan dari Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, dan sebagainya. Dari Jakarta sendiri yang diberangkatkan awalnya 29, tetapi yang mengikuti program itu 27," ujarnya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Mantan Seskab ini menilai, pelatihan semacam Pembekalan Bela Negara memiliki dampak positif agar generasi muda tidak mengulangi kesalahan dan kian mencintai tanah airnya.
"Ini adalah program bela negara. Menurut saya, program ini menjadi baik karena apa? Untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi terhadap negaranya sendiri," katanya.
"Kalau mengenai program detailnya, karena ini yang melakukan adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, tolong ditanyakan pada instansi yang melakukan pendidikan," Pramono menambahkan.
![Personel polisi mengamankan pengunjuk rasa saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/28/35186-demo-di-dpr-demo-di-dpr-ricuh-ricuh-demo-dpr.jpg)
Langkah pembinaan disiplin ini sendiri dipicu penangkapan puluhan peserta didik oleh aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa berujung ricuh pada 27 Agustus lalu.
Rombongan siswa yang dikirim mencakup jenjang yang cukup beragam, mulai dari 12 siswa SMK, tujuh siswa SMA, empat siswa SMP, empat peserta PKBM, satu siswa SKB, hingga satu murid SD.
Para pelajar itu dibawa menuju fasilitas Standby Force Tentara Nasional Indonesia di Citeureup, Kabupaten Bogor, guna mengikuti rangkaian kegiatan dari 4 September sampai 14 September 2026.
Kegiatan Pembekalan Bela Negara bagi peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) ini merupakan hasil sinergi Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hingga Polda Metro Jaya.
Pelatihan di markas tentara tersebut diproyeksikan sebagai wahana pembinaan, pemulihan, dan penguatan karakter anak dengan tetap mengutamakan pendekatan edukatif serta humanis.