YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

Vania Rossa

Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB
YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025
Manajer Advokasi YLBHI Arif Maulana di acara diskusi Menelaah 1 Tahun Peristiwa Agustus dalam 3 Babak di Jakarta pada Kamis, (10/9/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • YLBHI mencatat 172 kasus kriminalisasi terhadap 1.122 warga sipil peng kritik pemerintah selama periode 2019-2025.
  • Manajer Advokasi YLBHI Arif Maulana menyampaikan data tersebut di Jakarta pada hari Kamis, 10 September 2026.
  • Mayoritas kasus kriminalisasi didominasi sektor agraria dan lingkungan dengan persentase mencapai 41 persen dari total keseluruhan.

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkap angka kriminalisasi terhadap kelompok sipil yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah masih terbilang tinggi. 

Manajer Advokasi YLBHI Arif Maulana mengatakan, berdasarkan kasus yang ditangani, jumlah kriminalisasi itu mencapai hingga 172 kasus dengan memakan korban hinga 1.122 korban sepanjang 2019-2025.

Ratusan kasus itu menyasar masyarakat dari berbagai klaster yakni konflik agraria, demonstrasi, kebebasan ekspresi di media sosial dan protes perburuhan. 

"Tapi kriminalisasi paling banyak itu terjadi di kasus-kasus agraria atau lingkungan. Sekitar 41 persen," papar Arif saat acara diskusi Menelaah 1 Tahun Peristiwa Agustus dalam 3 Babak di Jakarta pada Kamis, (10/9/2026). 

Temuan YLBHI itu juga menyibak kalau mayoritas pihak pelapor dalam upaya kriminalisasi tersebut justru berasal dari aparat penegak hukum. Angka  itu di atas jumlah korporasi dan pejabat publik yang berperan menjadi pelapor. 

Alumnus Universitas Sebelas Maret itu menambahkan, pasal-pasal yang digunakan juga dinilai rancu untuk menyasar kelompok sipil. Kata dia, Pasal 170 tentang pengerusakan dan Pasal 160 soal penghasutan dalam KUHP  kerap dijadikan dalih untuk menggebuk suara kritis. 

Tingginya angka itu menunjukan bahwa masih kebebasan menyampaikan pendapat masih jauh panggang dari api. 

Bahkan, Arif menduga pola kriminalisasi yang berulang memperlihatkan upaya pemerintah untuk menciptakan kepatuhan pada masyarakat. 

"Dan bacaan kami, tujuan kriminalisasi yang terjadi di banyak kasus di seluruh Indonesia, tidak  lain dan tidak hukan adalah penundukan. Supaya kemudian masyarakat itu tidak lagi memperjuangkan hak-haknya," tandas Arif. 

baca juga

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Amnesty Soroti Kekerasan TNI terhadap Warga Sipil: Tentara Perlu Punya Hati Nurani

Amnesty Soroti Kekerasan TNI terhadap Warga Sipil: Tentara Perlu Punya Hati Nurani

News | Senin, 07 September 2026 | 19:20 WIB

Nusron Dinilai Gagal Memahami Akar Konflik Agraria dan Perjuangan Rakyat

Nusron Dinilai Gagal Memahami Akar Konflik Agraria dan Perjuangan Rakyat

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:22 WIB

Terkini

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×