Nusron Dinilai Gagal Memahami Akar Konflik Agraria dan Perjuangan Rakyat

Bella, Novian Ardiansyah

Minggu, 06 September 2026 | 16:22 WIB
Nusron Dinilai Gagal Memahami Akar Konflik Agraria dan Perjuangan Rakyat
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid saat ditemui di Denpasar, Selasa (25/11/2025) [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]
baca 10 detik
  • Sekjen KPA Dewi Kartika mengecam Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pada Minggu, 6 September 2026, di Yogyakarta.
  • Nusron dinilai keliru karena menyebut perjuangan Lokasi Prioritas Reforma Agraria sebagai aksi meminta aset negara.
  • KPA mendesak pemerintah menyelesaikan konflik agraria struktural seluas 1,7 juta hektare demi memulihkan hak rakyat.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, betul-betul serius memperkuat Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria, alih-alih terus mempertanyakan tuntutan-tuntutan dan aspirasi gerakan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Dewi sembari mengecam keras pernyataan Nusron yang menyebut perjuangan rakyat melalui Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) seolah-olah sebagai upaya meminta atau mengambil tanah aset negara, termasuk aset TNI, Polri, BUMN maupun aset negara lainnya.

KPA menilai pernyataan yang disampaikan Nusron pada saat peluncuran Politeknik Agraria STPN, Jumat, 4 September 2026, di Yogyakarta, menunjukkan kekeliruan mendasar dalam memahami persoalan agraria dan hakikat reforma agraria.

Dewi mengatakan seharusnya Nusron fokus pada bagaimana mengurai problem struktural yang ada. Menelusuri benang kusut dari masa sekarang ke masa sebelumnya yang hingga kini menimbulkan carut-marut di Kementerian ATR.

"Itulah yang harus diperjelas oleh Menteri Agraria Tata Ruang, bukan terus-menerus mempertanyakan tuntutan aspirasi yang sebenarnya sudah berpuluh-puluh tahun ada di meja menteri-menteri agraria sebelumnya, termasuk oleh Bapak Nusron sendiri. Sudah ada di meja Kakanwil-Kakantah berpuluh-puluh tahun tapi tidak kunjung diselesaikan," kata Dewi dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

KPA menyayangkan pernyataan Nusron. Menurut KPA, pernyataan tersebut menggambarkan Menteri ATR/BPN yang mengurus masalah agraria dan pertanahan tidak memahami masalah struktural agraria itu sendiri.

Dewi menegaskan Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) seluas 1,7 juta hektare tersebut bukan aksi sepihak rakyat, melainkan upaya rakyat untuk menagih negara menuntaskan tanggung jawabnya untuk menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung akibat perampasan, penggusuran, dan kebijakan penguasaan tanah yang dilakukan secara sepihak, baik oleh korporasi swasta maupun negara.

"Ironisnya, konflik ini justru muncul akibat kekeliruan kebijakan para pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN sendiri yang menerbitkan HGU maupun HGB secara sepihak bagi korporasi di atas tanah-tanah masyarakat," kata Dewi.

KPA menegaskan tanah yang diperjuangkan KPA bersama organisasi rakyat (petani, nelayan, masyarakat) di 853 LPRA itu bukanlah aksi meminta tanah kepada negara, namun desakan rakyat terhadap negara untuk menyelesaikan konflik agraria yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

baca juga

Dewi menjelaskan di dalamnya terdapat tanah-tanah yang telah dikuasai dan dikelola rakyat secara turun-temurun, tetapi kemudian dirampas atau diklaim secara sepihak oleh negara, dan kemudian diberikan hak penguasaan kepada korporasi tanpa persetujuan masyarakat.

"Karena itu, penggunaan diksi 'diminta rakyat' dalam menjelaskan penyelesaian konflik agraria merupakan cara pandang yang menyesatkan. Rakyat tidak sedang meminta kemurahan hati negara, melainkan mendesak negara memulihkan dan mengembalikan hak atas tanah yang telah dirampas, serta membongkar struktur penguasaan agraria yang timpang. Sebagaimana tugas konstitusional pemerintah yang telah diamanatkan konstitusi," tutur Dewi.

Demikian pula, lanjut Dewi, pernyataan bahwa KPA menginginkan tanah aset TNI, Polri, BUMN, Pertamina, Kementerian Keuangan atau aset negara lainnya menunjukkan ketidakpahaman Menteri ATR/BPN terhadap akar persoalan konflik agraria.

Ia mengatakan penyelesaian konflik di atas tanah yang tercatat sebagai aset negara bukan berarti rakyat menginginkan aset negara.

"Justru yang harus diperiksa adalah bagaimana aset-aset tersebut ditetapkan, berasal dari mana tanahnya, dan apakah dalam proses penguasaannya terdapat perampasan atau penghilangan hak masyarakat," kata Dewi.

KPA menjelaskan reforma agraria hadir untuk mengoreksi ketimpangan dan kesalahan penguasaan tanah yang diwariskan dari kebijakan agraria masa lalu, bukan untuk membagi-bagikan aset negara secara serampangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria

Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria

News | Jum'at, 04 September 2026 | 18:51 WIB

Dikebut, DPR Pastikan RUU Reforma Agraria Disahkan Akhir September Mendatang

Dikebut, DPR Pastikan RUU Reforma Agraria Disahkan Akhir September Mendatang

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:16 WIB

Geger TNI vs Suku Anak Dalam di Jambi, Potret Dosa Warisan Konflik Agraria?

Geger TNI vs Suku Anak Dalam di Jambi, Potret Dosa Warisan Konflik Agraria?

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:09 WIB

Geger Kesaksian Bajak Laut soal Uang untuk Nusron Wahid di Kasus Haji, KPK Ambil Langkah Lanjutan

Geger Kesaksian Bajak Laut soal Uang untuk Nusron Wahid di Kasus Haji, KPK Ambil Langkah Lanjutan

News | Rabu, 02 September 2026 | 18:42 WIB

Terungkap di Sidang, Uang USD 400 Ribu untuk Pansus Haji DPR Mengalir Lewat Teman Nusron Wahid

Terungkap di Sidang, Uang USD 400 Ribu untuk Pansus Haji DPR Mengalir Lewat Teman Nusron Wahid

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:42 WIB

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU

Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:57 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

×