Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Vania Rossa

Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aryo Djojohadikusumo. (Dok. Kadin)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Kadin Aryo Djojohadikusumo mendorong perusahaan tambang berinovasi menghadapi tekanan geopolitik dan volatilitas harga komoditas global.
  • Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menyatakan penerapan kecerdasan buatan dapat meningkatkan produktivitas operasional industri pertambangan.
  • McKinsey & Company menyebutkan Indonesia perlu berinvestasi pada teknologi hilirisasi untuk mengoptimalkan potensi mineral kritis nasional.

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong perusahaan pertambangan memperkuat inovasi dan efisiensi untuk menghadapi tekanan geopolitik global, volatilitas harga komoditas, serta perubahan biaya operasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aryo Djojohadikusumo mengatakan, dinamika geopolitik global kini turut memengaruhi anggaran, proyeksi keuangan, hingga ketahanan bisnis perusahaan pertambangan. Salah satu dampaknya terlihat dari perubahan harga dan ketersediaan bahan bakar.

Menurut Aryo, kondisi tersebut membuat perusahaan tambang perlu mengantisipasi perubahan industri dan tidak hanya mengandalkan strategi yang selama ini berjalan.

“Banyak perusahaan pertambangan di ekosistem Kadin bertahan karena mereka sudah mengantisipasi masa depan. Apa yang sebelumnya hanya menjadi proyek percontohan, kini menjadi kebutuhan operasional,” ujar Aryo dalam Energy Insights Forum bertajuk The Next Chapter of Indonesian Mining: Growth, AI, Capital, and Electrification di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai inovasi menjadi salah satu kunci untuk membangun ketahanan bisnis pertambangan dalam menghadapi ketidakpastian dalam jangka panjang.

“Dari apa yang saya pelajari dari perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia, tidak ada cara yang lebih baik untuk membangun ketahanan dan kekuatan jangka panjang selain dengan berinovasi,” kata Aryo.

Selain tekanan geopolitik, volatilitas harga bahan bakar dan komoditas juga membuat perusahaan pertambangan semakin selektif dalam menentukan belanja modal atau capital expenditure (capex).

Karena itu, investasi teknologi dinilai perlu diarahkan pada kebutuhan yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

AI Mulai Diterapkan di Operasional Tambang

baca juga

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan, transformasi industri pertambangan membutuhkan rencana eksekusi yang jelas, termasuk dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) dan elektrifikasi.

“Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan keunggulan sumber daya. Kita harus bergeser dari resource advantage menuju intelligence advantage. AI menjadi salah satu cara untuk meningkatkan skala ekonomi, produktivitas, dan memperkuat daya saing industri,” ujar Dany.

Menurut dia, pemanfaatan AI harus berorientasi pada kebutuhan operasional dan tidak berhenti pada pengembangan teknologi.

MIND ID, kata Dany, telah mengembangkan sejumlah pemanfaatan AI, antara lain untuk meningkatkan keselamatan kerja, memantau kondisi peralatan, serta mengoptimalkan proses produksi.

Pandangan mengenai perubahan sumber pertumbuhan industri pertambangan juga disampaikan McKinsey & Company. Perusahaan konsultan tersebut melihat pertumbuhan industri mineral mulai bergeser dari peningkatan volume menuju penciptaan nilai melalui mineral kritis, teknologi, dan efisiensi operasional.

Partner McKinsey & Company Yanto mengatakan mineral fundamental seperti batu bara, tembaga, dan bijih besi masih memiliki peran penting. Namun, peluang pertumbuhan baru juga muncul dari mineral kritis yang dibutuhkan dalam pengembangan berbagai teknologi.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Untuk mineral yang sudah menjadi kekuatan kita, operational excellence menjadi kunci untuk menjaga daya saing secara fundamental. Di saat yang sama, kita perlu berinvestasi pada teknologi hilirisasi yang kompetitif agar Indonesia dapat menangkap nilai yang lebih besar dari lonjakan permintaan critical minerals, baik untuk transisi energi, AI, data center, maupun kebutuhan teknologi masa depan lainnya,” ujarnya.

Associate Partner McKinsey & Company Narendra Adoe menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya mineral serta basis industri hulu dan midstream yang kuat. Namun, nilai tambah di sepanjang rantai industri masih dapat ditingkatkan.

“Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas perannya di sepanjang rantai nilai, termasuk pada mineral kritis yang saat ini kapasitas pengolahan di hilir masih didominasi oleh negara lain,” ujarnya.

Elektrifikasi Jadi Pilihan Efisiensi

Selain AI, elektrifikasi juga mulai dipandang sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional pertambangan.

Peralihan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) menuju kendaraan hybrid dan listrik berpotensi menekan konsumsi bahan bakar. Namun, penerapannya membutuhkan investasi pada alat berat, infrastruktur pengisian daya, penyimpanan energi, dan jaringan listrik.

Tantangan tersebut terutama dirasakan tambang yang beroperasi di wilayah terpencil dengan akses listrik terbatas. Pengembangan energi terbarukan dan microgrid dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung elektrifikasi sekaligus membangun sistem kelistrikan yang lebih andal.

Pembahasan mengenai AI dan teknologi dalam pertambangan turut menjadi bagian dari Energy Insights Forum yang digelar Kadin Indonesia Bidang ESDM bersama Katadata Indonesia.

Forum tersebut membahas perkembangan industri pertambangan, mulai dari pertumbuhan sektor mineral, pemanfaatan AI, efisiensi modal, hingga elektrifikasi sebagai bagian dari transformasi industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Danantara, Purbaya Mau Undang Kadin dan Swasta ke Rapat KSSK

Tak Hanya Danantara, Purbaya Mau Undang Kadin dan Swasta ke Rapat KSSK

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:18 WIB

Ketua Kadin Gowa Ardiansyah Arsyad Dijemput Paksa Polisi di Bandara Soetta Terkait Kasus Pungli

Ketua Kadin Gowa Ardiansyah Arsyad Dijemput Paksa Polisi di Bandara Soetta Terkait Kasus Pungli

News | Selasa, 01 September 2026 | 21:08 WIB

Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun

Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

×