Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?

Galih Prasetyo

Jum'at, 11 September 2026 | 10:55 WIB
Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?
KBRI Kuala Lumpur Digeruduk Pendemo Tuntut Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla [Instagram Greepeance Malaysia]
baca 10 detik
  • Masyarakat Malaysia mengeluhkan kebijakan pemerintah yang meliburkan sekolah akibat kabut asap karhutla tetapi tetap mewajibkan pekerja beraktivitas.
  • Penutupan fasilitas pendidikan karena kualitas udara buruk tersebut memicu kebingungan serta kesulitan bagi para orang tua yang harus bekerja.
  • Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil menyatakan Malaysia telah menawarkan bantuan aset kepada Indonesia, tetapi belum ada konfirmasi kerja sama pemadaman.

Suara.com - Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan, di Malaysia memicu keluhan dari masyarakat.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebijakan penutupan sekolah ketika Indeks Pencemaran Udara (IPU) mencapai tingkat tertentu, sementara para pekerja tetap diminta menjalankan aktivitas seperti biasa.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah pengguna mempertanyakan mengapa perlindungan dari kabut asap seolah hanya diberikan kepada pelajar.

“Kami juga ingin libur, pekerja bukan bernapas menggunakan insang,” tulis seorang pengguna media sosial, menyindir kebijakan pemerintah Malaysia seperti dikutip dari Kosmo.

Perdebatan bermula dari unggahan pengguna Threads @Nooraema yang mempertanyakan kebijakan penutupan sekolah ketika IPU melewati angka 200.

Malaysia menggelar operasi penyemaian awan tiga hari untuk mengatasi kabut asap racun di Sarawak. (CNA)
Malaysia menggelar operasi penyemaian awan tiga hari untuk mengatasi kabut asap racun di Sarawak. (CNA)

“Jika IPU melebihi 200, sekolah akan libur. Tetapi bagi yang bekerja, teruskan bekerja. Kenapa begitu? Sebab kita menggunakan ‘insang’ untuk bernapas,” tulisnya secara sinis.

Keluhan serupa disampaikan netizen Malaysia lain. Menurutnya, risiko kesehatan akibat kualitas udara buruk tidak seharusnya dibedakan berdasarkan status seseorang.

“Sekolah tutup karena udara tidak sehat, sementara yang bekerja tetap menjalankan aktivitas harian seolah paru-paru punya mode ‘tahan banting’. Kesehatan manusia tidak mengenal status pelajar atau pekerja,” katanya.

Persoalan lain muncul bagi orang tua yang tetap harus bekerja ketika sekolah, taman kanak-kanak, maupun tempat penitipan anak ditutup akibat kabut asap.

baca juga

Sementara itu, Menteri Komunikasi sekaligus juru bicara pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan daftar aset yang dapat dikerahkan untuk membantu Indonesia telah disampaikan kepada pihak terkait.

Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk kerja sama yang memungkinkan aset Malaysia digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran di Indonesia.

“Badan Nasional Pengelolaan Bencana (Nadma) dan Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) telah menyampaikan kepada Kabinet bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers setelah rapat Kabinet dinukil dari Free Malaysia Today.

“Namun hingga sekarang, belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama apa pun untuk menggunakan aset dari Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran dan sebagainya,” lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, Malaysia: Indonesia Belum Beri Lampu Hijau

Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, Malaysia: Indonesia Belum Beri Lampu Hijau

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:33 WIB

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:24 WIB

Pilot Kedua Ditangkap, Sindikat Penyelundupan Narkoba Indonesia-Malaysia Makin Terbongkar

Pilot Kedua Ditangkap, Sindikat Penyelundupan Narkoba Indonesia-Malaysia Makin Terbongkar

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:22 WIB

Gibran Perintahkan Sekolah Aktifkan UKS dan Gandeng Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla

Gibran Perintahkan Sekolah Aktifkan UKS dan Gandeng Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:19 WIB

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

Terkini

Dari Balik Jeruji ke Panggung Dunia: Produk Warga Binaan Nusakambangan Tembus TEI 2026

Dari Balik Jeruji ke Panggung Dunia: Produk Warga Binaan Nusakambangan Tembus TEI 2026

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:57 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×