- Polisi Thailand menangkap mantan kepala biara Phra Wachirayan Wi pada Kamis (10/9/2026) atas dugaan penggelapan dana kuil sebesar Rp46 miliar.
- Penyelidikan mengungkap bahwa sang biksu tidak menyetorkan dana sumbangan ke rekening resmi serta menyembunyikannya dengan bantuan seorang perempuan.
- Aparat kepolisian menyita sejumlah aset senilai 215 juta baht dan mencopot status keagamaan pelaku untuk proses hukum selanjutnya.
Polisi masih menyelidiki aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang sebenarnya merupakan aset kuil.
Penelusuran terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain juga terus dilakukan.
Skandal tersebut semakin mencuat setelah rekaman kamera pengawas yang diduga memperlihatkan Phra Wachirayan dan perempuan tersebut melakukan hubungan seksual di sebuah meja di kediaman sang biksu tersebar luas di media sosial.
Hubungan tersebut menjadi persoalan serius karena biksu Buddha di Thailand menjalani sumpah selibat dan juga meninggalkan kepemilikan materi sebagai bagian dari kehidupan keagamaan mereka.
Phra Wachirayan sebelumnya dikenal sebagai Luang Pho Atichot dan merupakan tokoh terkenal dalam pembuatan jimat.
Wat Phutthaisawan sendiri merupakan kuil kerajaan yang memiliki banyak pengikut, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, polisi, dan anggota militer.
Namanya bahkan cukup dikenal di kalangan elite Thailand.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dilaporkan pernah mengenakan jimat hasil karya mantan kepala biara tersebut.
Tak lama setelah ditangkap, Phra Wachirayan dicopot dari statusnya sebagai biksu atau menjalani proses pelepasan jubah keagamaan.
Proses hukum terhadap dirinya dan pihak lain yang diduga terlibat masih berlangsung.
Komisioner Central Investigation Bureau, Nattasak Chaowanasai, mengatakan penyidikan akan diperluas untuk mengungkap pihak lain yang mungkin terlibat dalam perkara tersebut.
"Kami akan memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi orang lain yang terlibat dan memulihkan kepercayaan publik terhadap agama Buddha," kata Nattasak.
Kasus ini menjadi skandal terbaru yang mengguncang kalangan biksu Thailand.
Tahun sebelumnya, polisi juga menangkap seorang perempuan yang dituduh memeras sedikitnya 11 biksu yang pernah berhubungan seksual dengannya dan meraup hampir US$12 juta dari dana sejumlah biara.