Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh

Galih Prasetyo

Jum'at, 11 September 2026 | 14:27 WIB
Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
Seorang biksu senior Thailand ditangkap polisi atas dugaan penggelapan dana kuil senilai sekitar US$2,8 juta atau lebih dari Rp46 miliar. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Polisi Thailand menangkap mantan kepala biara Phra Wachirayan Wi pada Kamis (10/9/2026) atas dugaan penggelapan dana kuil sebesar Rp46 miliar.
  • Penyelidikan mengungkap bahwa sang biksu tidak menyetorkan dana sumbangan ke rekening resmi serta menyembunyikannya dengan bantuan seorang perempuan.
  • Aparat kepolisian menyita sejumlah aset senilai 215 juta baht dan mencopot status keagamaan pelaku untuk proses hukum selanjutnya.

Suara.com - Seorang biksu senior Thailand ditangkap polisi atas dugaan penggelapan dana kuil senilai sekitar US$2,8 juta atau lebih dari Rp46 miliar.

Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah penyelidikan juga mengungkap dugaan hubungan seksual sang biksu dengan seorang perempuan yang disebut membantu menyembunyikan aliran dana.

Biksu tersebut adalah Phra Wachirayan, 66 tahun, mantan kepala biara Wat Phutthaisawan di Ayutthaya.

Ia ditangkap pada Kamis (10/9/2026) atas sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk penggelapan dan pencucian uang.

Polisi juga menangkap seorang perempuan berusia 47 tahun yang diduga membantu menyembunyikan dana penggelapan tersebut.

Keduanya kini menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan aparat Thailand.

Kasus ini mencuat setelah polisi menerima laporan anonim pada pertengahan Juli.

Laporan tersebut menuduh Phra Wachirayan melakukan pelanggaran moral sekaligus menyalahgunakan dana milik kuil.

Penyidik kemudian menemukan dua aliran dana yang berkaitan dengan tanda terima donasi yang diterbitkan atas nama kuil.

baca juga

Salah satunya merupakan sumbangan untuk renovasi kuil yang nilainya mencapai sekitar 89 juta baht atau sekitar US$2,69 juta.

Aliran dana lainnya mencapai sekitar 2,8 juta baht dan berasal dari pembayaran untuk jimat serta benda-benda sakral lainnya.

Namun, polisi menemukan bahwa dana dari kedua sumber tersebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.

"Namun uang dari kedua aliran tersebut tidak masuk ke rekening kuil—bahkan satu baht pun," kata Pattanasak Bupphasuwan, penyidik utama sekaligus komandan Divisi Pemberantasan Kejahatan seperti dinukil dari AFP.

Penyelidikan juga membawa polisi pada sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Aparat menyita aset dengan nilai sekitar 215 juta baht, termasuk 16 kilogram emas batangan dan perhiasan serta 28 sertifikat kepemilikan tanah.

Polisi masih menyelidiki aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang sebenarnya merupakan aset kuil.

Penelusuran terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain juga terus dilakukan.

Skandal tersebut semakin mencuat setelah rekaman kamera pengawas yang diduga memperlihatkan Phra Wachirayan dan perempuan tersebut melakukan hubungan seksual di sebuah meja di kediaman sang biksu tersebar luas di media sosial.

Hubungan tersebut menjadi persoalan serius karena biksu Buddha di Thailand menjalani sumpah selibat dan juga meninggalkan kepemilikan materi sebagai bagian dari kehidupan keagamaan mereka.

Phra Wachirayan sebelumnya dikenal sebagai Luang Pho Atichot dan merupakan tokoh terkenal dalam pembuatan jimat.

Wat Phutthaisawan sendiri merupakan kuil kerajaan yang memiliki banyak pengikut, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, polisi, dan anggota militer.

Namanya bahkan cukup dikenal di kalangan elite Thailand.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dilaporkan pernah mengenakan jimat hasil karya mantan kepala biara tersebut.

Tak lama setelah ditangkap, Phra Wachirayan dicopot dari statusnya sebagai biksu atau menjalani proses pelepasan jubah keagamaan.

Proses hukum terhadap dirinya dan pihak lain yang diduga terlibat masih berlangsung.

Komisioner Central Investigation Bureau, Nattasak Chaowanasai, mengatakan penyidikan akan diperluas untuk mengungkap pihak lain yang mungkin terlibat dalam perkara tersebut.

"Kami akan memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi orang lain yang terlibat dan memulihkan kepercayaan publik terhadap agama Buddha," kata Nattasak.

Kasus ini menjadi skandal terbaru yang mengguncang kalangan biksu Thailand.

Tahun sebelumnya, polisi juga menangkap seorang perempuan yang dituduh memeras sedikitnya 11 biksu yang pernah berhubungan seksual dengannya dan meraup hampir US$12 juta dari dana sejumlah biara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Bangkok Protes WN Israel Diduga Caplok Lahan di Thailand

Warga Bangkok Protes WN Israel Diduga Caplok Lahan di Thailand

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:31 WIB

WNA Thailand Diamankan Setelah 11 Tahun Tanpa Dokumen

WNA Thailand Diamankan Setelah 11 Tahun Tanpa Dokumen

Video | Selasa, 08 September 2026 | 18:15 WIB

Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand

Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 19:05 WIB

Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau

Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 17:50 WIB

Mengenal Cita Rasa Chiang Mai, Kuliner Thailand Utara yang Dibawa Restoran Ini ke Jakarta

Mengenal Cita Rasa Chiang Mai, Kuliner Thailand Utara yang Dibawa Restoran Ini ke Jakarta

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 18:35 WIB

Prajurit Hadir di Miss Transgender Dunia Pakai Seragam Dinas, Mabes TNI Bakal Periksa dan Evaluasi

Prajurit Hadir di Miss Transgender Dunia Pakai Seragam Dinas, Mabes TNI Bakal Periksa dan Evaluasi

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:46 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×