21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

Muhamad Yasir, Faqih Fathurrahman

Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB
21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan
Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini sangat menjenguk korban penyanderaan OPM bernama Nemerina Uamang saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah di Jalan Amimuga Mile 32, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Papua Tengah
baca 10 detik
  • Nemerina Uamang berhasil dievakuasi tim gabungan setelah bertahan 21 hari di hutan Papua Tengah.
  • Korban disandera kelompok TPNPB-OPM di Distrik Jila sejak 17 Agustus hingga ditemukan 7 September 2026.
  • Rekan korban bernama Yosina meninggal dunia di hutan akibat tidak mendapatkan asupan makanan yang memadai.

Suara.com - Nemerina Uamang (23), salah satu dari sembilan perempuan yang disandera kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah, berhasil dievakuasi setelah bertahan selama 21 hari di hutan.

Nemerina ditemukan pada 7 September 2026 setelah sebelumnya disandera sejak 17 Agustus 2026. Dia ditemukan dalam kondisi lemah bersama seorang korban lainnya, Yosina, yang kemudian meninggal dunia karena diduga tidak mendapat asupan makanan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, Nemerina dievakuasi tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Polres Mimika, dan Polda Papua Tengah dengan bantuan tokoh masyarakat serta kepala kampung setempat.

“Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan dibantu tokoh masyarakat yang ada di Mimika telah berhasil mengevakuasi satu korban selamat atas nama Demerina Uamang,” kata Yusuf, dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Keberadaan Nemerina diketahui setelah seorang kepala kampung dari Kampung Bela 1 melaporkan penemuan seorang korban selamat di wilayah Bela pada 7 September.

Polisi kemudian melakukan investigasi dan identifikasi untuk memastikan identitas korban tersebut.

“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus yang lalu,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan Nemerina ditemukan bersama Yosina. Keduanya disebut sempat bertahan sekitar 20 hari dalam kondisi sulit tanpa makanan dan minuman yang memadai.

“Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” jelas Yusuf.

baca juga

“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Nemerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah,” imbuhnya.

Setelah ditemukan, warga Kampung Bela membantu merawat Nemerina hingga kondisinya memungkinkan untuk dievakuasi. Sementara jenazah Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat setempat.

Cuaca Buruk

Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk. Helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz bahkan tidak dapat mencapai lokasi selama beberapa hari.

Setelah cuaca membaik, tim gabungan akhirnya dapat masuk ke lokasi pada Senin pagi untuk menjemput Demerina.

“Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” ungkapnya.

Nemerina kemudian dibawa menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Dia tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Timika.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” jelas Yusuf.

Kasus penyanderaan tersebut merupakan bagian dari aksi kelompok bersenjata di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Agustus 2026.

Total sembilan perempuan dilaporkan disandera dan dibawa ke dalam hutan. Sementara dua warga lainnya menjadi sasaran setelah menolak ikut dibawa.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak sebelumnya menyebut seorang ibu tewas ditembak, sedangkan anak perempuannya dibuang ke jurang hingga mengalami patah kaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman El Nino, Menteri ESDM Ungkap Kebakaran Nyaris Capai Kilang Migas di Papua Barat

Ancaman El Nino, Menteri ESDM Ungkap Kebakaran Nyaris Capai Kilang Migas di Papua Barat

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:04 WIB

59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:32 WIB

Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare

Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×