Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Bangun Santoso

Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB
Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas
Ilustrasi - Konser musik perayaan tahun baru di Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (31/12/2025). ANTARA/Risky Syukur
baca 10 detik
  • Konser grup musik Kotak di Kota Tua Jakarta Barat terpaksa dihentikan pada Minggu malam akibat sebaran gas misterius.
  • Insiden tersebut menyebabkan vokalis Tantri dan sejumlah penonton mengalami sesak napas serta kehilangan barang berharga.
  • Petugas gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku provokasi dan pencopetan ke Polsek Tamansari untuk diproses.

Suara.com - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua membeberkan kronologi insiden sebaran gas misterius berbahaya yang membuat konser grup musik Kotak dihentikan lebih awal di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat pada Minggu (13/9) malam.

Insiden tersebut membuat vokalis Kotak, Tantri Syalindri dan para pengunjung mengalami sesak napas.

Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat band Kotak membawakan lagu "Pelan-Pelan Saja" yang merupakan salah satu lagu andalan mereka.

"Ketika itu sudah tercium bau udara tidak enak, namun tetap performance. Namun di tengah-tengah lagu, tercium sangat pedas di mata. Beliau, Tantri Kotak, merasa tidak enak dan sesak napas," jelas Denny di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Bahkan, Tantri akhirnya harus turun dari panggung untuk menyelamatkan diri dan menggunakan oksigen portabel. Melihat situasi di bawah panggung yang mulai tidak kondusif, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk menghentikan konser tersebut.

"Diputuskan konser selesai di lagu kesepuluh. Tim Kotak ke belakang untuk recovery, teman-teman langsung mensterilkan area," lanjut Denny.

Denny pun menduga ada unsur kesengajaan dari oknum tertentu yang menyebarkan zat kimia atau bahan menyerupai gas air mata ke udara untuk memicu kepanikan di tengah kerumunan penonton.

"Curiganya memang sengaja menjadikan orang-orang itu panik. Nah, ini menjadi indikasi kita," jelasnya.

Kendati demikian, saat petugas melakukan pembersihan area, tidak ditemukan adanya bekas jelaga maupun serbuk di lokasi kejadian.

baca juga

"Kemungkinan besar adalah zat yang memang disebar ke udara agar berasa kayak gas air mata. Ketika kami melakukan pembersihan, tidak ada bekasnya di jalan, tidak ada bekas serbuk, tapi terus habis ke udara saja," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Denny menegaskan bahwa ulah tersebut bukan dilakukan oleh penggemar maupun kerabat dari grup musik Kotak, melainkan oknum yang memanfaatkan keramaian untuk membuat kerusuhan.

"Ini hanya mungkin orang-orang yang memanfaatkan menyempatkan diri untuk membuat kerusuhan, karena mereka ingin acara ini menjadi buyar," tegasnya.

Akibat insiden tersebut, sejumlah penonton mengalami dampak kesehatan hingga kehilangan barang berharga. Tim P3K yang bertugas di lokasi memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah penonton yang mengalami sesak napas.

Selain itu, terdapat beberapa penonton yang dilaporkan kehilangan ponsel. Pihak pengelola telah memberikan pendampingan kepada para korban untuk membuat laporan resmi.

Satu orang terduga pelaku yang diduga sebagai provokator sekaligus bagian dari aksi pencopetan berhasil diamankan oleh petugas gabungan dari keamanan internal, Satgas, dan unsur Tiga Pilar.

"Yang diduga pelaku satu orang kita laporkan, ada di Polsek Tamansari," ungkap Denny.

UPK Kota Tua menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengunjung atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam acara gratis tersebut.

Sebagai langkah evaluasi ke depan, pengelola akan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan, mengingat area Kota Tua memiliki 13 pintu masuk yang terbilang cukup luas.

"Kami dari UPK juga ingin menyampaikan permohonan maaf bila seandainya pelaksanaan ini menjadi tidak nyaman. Kita memang mesti melihat SOP lagi keberlanjutan berikutnya lagi buat keamanan semuanya. Salah satu caranya adalah kita memperketat dan membuat ruang terbuka lebih banyak, sehingga lebih mudah kita identifikasi orang-orang yang ingin melakukan kegiatan seperti ini," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

News | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Klarifikasi Resmi Juicy Luicy: dari Masalah Tiket hingga Biaya Bagasi yang Membengkak

Klarifikasi Resmi Juicy Luicy: dari Masalah Tiket hingga Biaya Bagasi yang Membengkak

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 18:51 WIB

Merasa Hidup Tak Adil? Arda Hatna Ajak Kita Hitung Ulang Lewat 'Matematika Tuhan Berbeda'

Merasa Hidup Tak Adil? Arda Hatna Ajak Kita Hitung Ulang Lewat 'Matematika Tuhan Berbeda'

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 19:23 WIB

Dari Tiara Andini hingga Aksi Unik Wagub Jatim, Inilah Rangkuman Konser 40 Tahun Kahitna

Dari Tiara Andini hingga Aksi Unik Wagub Jatim, Inilah Rangkuman Konser 40 Tahun Kahitna

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 12:45 WIB

Mahalini dan Ghea Indrawari Bikin Akhir Pekan Lebih Hidup, Hiburan Seru Tanpa Harus Keluar Kota

Mahalini dan Ghea Indrawari Bikin Akhir Pekan Lebih Hidup, Hiburan Seru Tanpa Harus Keluar Kota

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 18:29 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×