Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB
Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk
Jepretan Layar Kapal Virgo Transport 8
baca 10 detik
  • Guru Besar ITS I Ketut Aria menduga KM Virgo Transport 8 terbalik karena pergeseran muatan atau air laut.
  • Tragedi pada Selasa (15/8/2026) di laut tersebut terjadi tanpa adanya peringatan cuaca buruk dari BMKG sebelumnya.
  • KNKT harus menginvestigasi kelayakan kapal impor Jepang serta penyebab utama hilangnya stabilitas kapal secara pasti.

Suara.com - Guru Besar Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan ITS, I Ketut Aria Pria Utama, menduga KM Virgo Transport 8 terbalik akibat pergeseran muatan kendaraan atau air laut yang masuk ke dalam kapal.

Dugaan itu muncul usai informasi dari BMKG yang menyatakan bahwa tidak ada peringatan cuaca buruk saat tragedi berlangsung, sesuai dengan pernyataan KSOP Tanjung Perak beberapa waktu lalu.

Ikap sapaan akrabnya menilai penyebab kapal terbalik perlu ditelusuri dari kondisi muatan dan stabilitas kapal.

Menurut dia, kondisi gelombang sekitar dua meter lebih sedikit tidak otomatis menjelaskan kapal dapat kehilangan keseimbangan. Gelombang tetap dapat menggoyang kapal, tetapi faktor lain seperti distribusi muatan dan air yang masuk perlu diperiksa.

"Menurut ilmu kami, dugaan saya itu ya kalau tidak, ada air masuk, juga mungkin ada pergeseran muatan itu," kata Ikap saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/8/2026).

Disampaikan Ikap, kendaraan yang diangkut kapal harus diamankan menggunakan sistem pengikat atau lashing. Apabila pengikatan tidak memadai atau terlepas saat kapal bergoyang, kendaraan dapat bergeser dan mengubah distribusi berat kapal.

"Jadi itu mengangkut kendaraan, mungkin tidak di-lashing atau kalau di-lashing, lashing-nya copot, tidak diikat dengan bagus gitu lho," ungkapnya.

Selain pergeseran muatan, ia menduga air laut dapat masuk melalui bukaan kapal yang tidak tertutup rapat. Salah satu bagian yang perlu diperiksa adalah pintu ramp, yakni akses untuk kendaraan keluar-masuk kapal.

"Jangan-jangan pintu rampanya tidak tertutup rapat, jangan-jangan tapi ya tetap saya ndak tahu pasti sampai penyelidikan KNKT," ujarnya.

baca juga

Air yang masuk dalam jumlah besar dapat bergerak mengikuti guncangan kapal. Pergerakan air tersebut, menurut Ikap, dapat memperparah kemiringan dan mengganggu stabilitas kapal.

"Jadi air itu kan selalu bergerak gitu. Nah karena dia mengisi ruangan-ruangan itu, dia bergerak kan menggoyang dia jadinya. Ini dalam namanya istilah dari perkapalan sloshing namanya," tuturnya.

Ia menduga air yang masuk dan pergeseran muatan dapat saling memperparah kondisi kapal. Air yang terus masuk dan tidak dapat keluar berpotensi membuat kapal semakin miring, sementara kendaraan yang bergeser mengganggu keseimbangan.

Selain itu, Ikap turut menyoroti kemungkinan ruang mesin dan akses di bawah dek kendaraan tidak tertutup rapat ketika kapal berlayar. Jika air masuk melalui pintu ramp, air tersebut dapat mengalir ke bagian dalam kapal dan menambah beban sekaligus mengganggu stabilitas.

"Jangan-jangan itu terbuka, ada air masuk lewat pintu rampah lalu masuk ke dalam dalam jumlah banyak, itu menggoyang kapal," imbuhnya.

Selain dugaan pergeseran muatan, ia meminta pemeriksaan terhadap jumlah kendaraan yang diangkut kapal. Penataan kendaraan yang terlalu rapat atau melebihi kapasitas dapat menjadi persoalan keselamatan apabila tidak sesuai ketentuan.

Ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab kecelakaan. Penyelidikan perlu memastikan apakah kapal mengalami pergeseran muatan, kemasukan air, atau faktor lain yang menyebabkan kapal kehilangan stabilitas.

"Ya itu sebenarnya kalau ingin dapat jawabannya, ya KNKT yang harus menginvestigasi sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia atau di mana pun," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia turut mempertanyakan kelayakan kapal yang disebut baru sekitar dua bulan beroperasi di Indonesia. Kapal bekas yang diimpor dari Jepang itu perlu dipastikan sesuai untuk berlayar di laut terbuka Indonesia.

"Mungkin itu perlu diperiksa apakah memang sudah diperiksa bahwa kapal itu layak untuk di laut terbuka seperti di Indonesia," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI

Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:41 WIB

9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong

9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:31 WIB

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:17 WIB

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Hilang

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:17 WIB

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:15 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×