Rudal Pencegat Arab Saudi Tipis, Kerajaan Minta Bantuan ke Prancis dan Inggris Bertahan dari Houthi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 17 September 2026 | 14:41 WIB
Rudal Pencegat Arab Saudi Tipis, Kerajaan Minta Bantuan ke Prancis dan Inggris Bertahan dari Houthi
Larangan Jemaah Haji di Madinah dan Makkah (Pexels)
baca 10 detik
  • Pasukan Yaman dan Houthi saling gempur di tengah krisis stok rudal pencegat Arab Saudi.

  • Amerika Serikat menggelar pertemuan rahasia dengan Houthi di Oman untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.

  • Houthi mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 Saudi yang berpotensi mengubah peta kekuatan.

Suara.com - Perang Arab Saudi vs Houthi makin panas. untungnya Pemerintah Yaman menggempur markas kelompok Houthi di wilayah Mocha dan Marib. Eskalasi militer ini terjadi di tengah krisis amunisi rudal pencegat yang melanda militer Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi kini terdesak hingga meminta bantuan mendesak kepada sejumlah negara sekutu untuk memperkuat sistem pertahanan udara mereka. Dikutip dari Al Jazeera, bantuan darurat tersebut diminta langsung kepada Prancis, Pakistan, Mesir, hingga Inggris guna menahan gempuran udara Houthi.

Pemasok senjata utama Riyadh, Amerika Serikat, juga mengalami penurunan drastis pada cadangan rudal pencegat miliknya akibat ketegangan berkelanjutan dengan Iran. Meski demikian, Washington memastikan pengawasan ketat terhadap dinamika medan tempur tetap berjalan.

ILUSTRASI rudal
ILUSTRASI rudal

Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Tim Hawkins, menegaskan kemitraan pertahanan dengan Riyadh masih berjalan solid.

"Kemitraan militer dengan mitra Saudi kami telah berlangsung lama, dan Anda melihat hal itu terwujud hari ini," ujar Hawkins kepada Al Jazeera.

Di tengah pertempuran yang membara, diplomat Amerika Serikat justru menggelar pertemuan tatap muka secara rahasia dengan utusan Houthi di Muscat, Oman. Diskusi tertutup di Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut bertujuan membatasi potensi perluasan konflik di lintasan laut internasional.

Pihak Houthi memberikan jaminan tertulis untuk tidak memicu konfrontasi langsung dengan armada kapal perang maupun niaga milik Amerika Serikat. Kelompok tersebut menegaskan komitmen penuh mereka pada kesepakatan penghentian tembak-menembak tahun 2025 yang telah disepakati bersama Washington.

Pada waktu bersamaan, diplomat senior Amerika Serikat untuk Yaman, Neil Hop, menyatakan dukungan tanpa batas kepada pemerintah resmi Yaman. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung Hop saat bertemu Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah al-Zouba.

"Amerika Serikat berdiri dalam solidaritas bersama pemerintah dan rakyat Yaman melawan agresi Houthi yang didukung Iran," tulis pernyataan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat mengutip Hop.

baca juga

Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran untuk menghancurkan pos pertahanan serta perlengkapan perang Houthi di sekitar pelabuhan strategis Mocha. Pasukan darat pemerintah Yaman melengkapinya dengan menerjunkan armada drone tempur ke wilayah utara Marib.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi intensitas serangan udara koalisi yang meluas ke berbagai provinsi.

"Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara yang menargetkan Provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah selama 24 jam terakhir," kata Saree.

Houthi membalas gempuran tersebut dengan merudal Pangkalan Udara Khamis Mushait serta fasilitas kilang minyak di kota pelabuhan Yanbu. Pertempuran sengit di udara ini menandai tahap baru konfrontasi kedua belah pihak.

Klaim krusial muncul saat Houthi menyatakan berhasil menjatuhkan jet tempur F-15 milik Arab Saudi di atas wilayah udara Marib. Penembakan tersebut diklaim menggunakan sistem rudal darat-ke-udara buatan lokal.

Koresponden Al Jazeera untuk Yaman, Yousef Mawry, menilai jatuhnya jet tempur tersebut bisa merusak dominasi mutlak militer koalisi.

"Penjatuhan pesawat tempur Saudi sangat mungkin berarti perubahan dalam keseimbangan kekuatan, mengingat Arab Saudi sangat bergantung pada kemampuan melancarkan serangan udara terhadap posisi Houthi di berbagai provinsi," tutur Mawry.

Konflik bersenjata Yaman merupakan perang berlarut yang melibatkan kelompok Houthi berdukungan Iran melawan pemerintah resmi Yaman yang didukung koalisi militer Arab Saudi. Pertempuran ini memperebutkan kendali atas wilayah-wilayah strategis, pelabuhan utama, serta pusat sumber daya energi di seluruh negeri.

Intervensi Amerika Serikat dan negara-negara Barat bertindak sebagai penyeimbang geopolitik di kawasan Semenanjung Arab. Namun, penyusutan stok senjata pencegat dan keterlibatan saluran diplomasi belakang layar menunjukkan dinamika perang yang kian kompleks bagi semua pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:48 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

×