- Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan 1.314 orang ditangkap dan 53 petugas keamanan terluka dalam demonstrasi nasional pada 24 Oktober 2026.
- Jumlah penarikan massa, kasus penjarahan, dan insiden kebakaran secara nasional mengalami penurunan drastis dibandingkan aksi pada 17 Oktober 2026.
- Aparat kepolisian mencatat puluhan penangkapan di wilayah Marseille dan Paris serta menangani cedera tangan serius pada dua demonstran.
Wali Kota Marseille Benoit Payan menyebut demonstrasi di wilayahnya berlangsung “damai”, meskipun terjadi sejumlah insiden kecil menjelang akhir pawai.
Ia menilai situasi jauh lebih tenang dibandingkan demonstrasi pada 17 Oktober, ketika sejumlah tempat usaha di kota tersebut dijarah.
Sementara itu, di Paris, polisi menangkap 142 orang dan menahan 126 di antaranya.
Dua tempat usaha mengalami kerusakan, salah satunya juga dijarah, sedangkan polisi berhasil mencegah demonstran memasuki tempat usaha lainnya.
Dua Demonstran Mengalami Cedera Tangan Serius
Di Clermont-Ferrand, seorang demonstran mengalami cedera serius pada tangan selama aksi berlangsung.
Namun, pihak berwenang memastikan korban tidak mengalami cacat permanen ataupun kehilangan jari.
Insiden serupa terjadi di Toulouse, ketika seorang demonstran lainnya mengalami cedera serius pada tangan.
Meski demikian, secara nasional, jumlah korban dari kalangan petugas keamanan dan kasus perusakan tercatat jauh lebih rendah dibandingkan demonstrasi pada pekan sebelumnya.
Penurunan angka penangkapan, penjarahan, dan kebakaran menjadi indikator bahwa situasi keamanan selama demonstrasi di Prancis relatif lebih terkendali.