Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:34 WIB
Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen
Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Suara.com/Bagas)
baca 10 detik
  • Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia menemui Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Pertemuan tersebut membahas kolaborasi lintas sektor dan pengenalan ADK Movement guna mengatasi maraknya kasus kekerasan anak.
  • Mendikdasmen menyambut baik inisiatif tersebut serta merancang kebijakan budaya sekolah aman dan kelompok kerja bersama pemerintah daerah.

Suara.com - Maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak belakangan ini memicu perhatian serius berbagai pihak.

Mengantisipasi dampak buruk tersebut, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam melindungi anak Indonesia.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Doli turut memperkenalkan gerakan inisiasinya yang bernama ADK Movement. Gerakan ini dibentuk sebagai respons atas meningkatnya laporan kekerasan terhadap anak yang ia temui saat berkeliling ke berbagai pelosok Indonesia dalam setahun terakhir.

"Saya ini bersama dengan teman-teman ini, diterima oleh pak Menteri Pendidikan Dasar Menengah dalam konteks membicarakan tentang kekerasan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini terhadap anak, bullying dan kekerasan," kata Doli.

Legislator dari Partai Golkar ini mengingatkan bahwa ancaman kekerasan fisik maupun psikis pada usia sekolah dapat merusak masa depan bangsa jika mental generasi muda terganggu oleh trauma berkepanjangan.

"Wajah masa depan Indonesia itu ada di anak-anak kita itu. Jadi, kalau anak-anak kita ini sekarang nanti menjadi trauma atau kemudian pemurung, mentalnya rusak, itu akan mempengaruhi masa depan Indonesia," tegasnya.

Doli menekankan, bahwa penanganan kekerasan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada satu kementerian saja, melainkan menuntut koordinasi lintas sektoral yang solid.

Oleh karena itu, Doli bersama ADK Movement berencana melanjutkan rangkaian komunikasi ke beberapa instansi terkait, di antaranya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

baca juga

Menanggapi inisiatif tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pembentukan ADK Movement. Menurutnya, persoalan kekerasan anak harus diselesaikan secara humanis, edukatif, dan komprehensif oleh seluruh elemen bangsa.

Kemendikdasmen sendiri telah merancang kebijakan bertajuk "Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman" guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang protektif.

"Kami ingin agar sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Menjadi tempat belajar tidak hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga nilai-nilai kebaikan di mana mereka merasa terlindungi oleh para guru dan aman bersama teman sebayanya," tutur Mu'ti.

Abdul Mu'ti menambahkan, keberhasilan program ini akan didukung oleh pembentukan kelompok kerja (Pokja) secara struktural yang melibatkan pemerintah daerah.

Ia juga menegaskan, bahwa kekerasan yang terjadi di luar lingkungan sekolah tetap harus ditangani bersama karena dampaknya akan terbawa ke dalam ruang-ruang kelas.

Di akhir pertemuannya, Doli kembali menegaskan bahwa tanggung jawab menghentikan rantai kekerasan ini tidak bisa dibebankan kepada pihak sekolah semata, melainkan bermula dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

"Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk keluarga. Saya mengimbau seluruh orang tua di Indonesia untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan sampai mereka menjadi korban, dan jangan sampai mereka menjadi pelaku kekerasan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:07 WIB

DPR Usulkan UU Anti Bullying: Apakah UU Khusus Bisa Jadi Jawaban Tepat?

DPR Usulkan UU Anti Bullying: Apakah UU Khusus Bisa Jadi Jawaban Tepat?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:03 WIB

TPG Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Senin, SP2D Disebut Sudah Siap

TPG Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Senin, SP2D Disebut Sudah Siap

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Doli Vs Hasyim Saling Sindir soal Dugaan PKPU Gibran, Benarkah Ada Pasal yang Diselundupkan?

Doli Vs Hasyim Saling Sindir soal Dugaan PKPU Gibran, Benarkah Ada Pasal yang Diselundupkan?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Prabowo Tanpa Gibran di Pilpres 2029? Akhir Drama Keluarga Solo

Prabowo Tanpa Gibran di Pilpres 2029? Akhir Drama Keluarga Solo

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Terkini

IPO BUMN Paling Cepat Bisa Berlangsung 2028

IPO BUMN Paling Cepat Bisa Berlangsung 2028

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

×