- COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan penawaran saham perdana BUMN paling cepat dilaksanakan pada tahun 2028.
- Pelaksanaan IPO dilakukan setelah BUMN menyelesaikan tahap restrukturisasi, konsolidasi, penguatan SDM, serta inovasi proses bisnis.
- CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya masih mengidentifikasi BUMN potensial yang layak melantai di bursa.
Suara.com - Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) paling cepat pada 2028.
Menurutnya, saat ini perusahaan pelat merah saat ini tengah dalam proses restrukturisasi dan konsolidasi.
"Kan tadi udah lihat kan roadmapnya, kan? Nah, mungkin paling cepat itu 2028," ujarnya saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10/20260.
Dalam peta jalan BUMN yang dipaparkan Dony, terdapat lima tahapan untuk melakukan transformasi BUMN. Pada tahun 2025-2026, BUMN akan melakukan restrukturisasi dan konsolidasi.
Kemudian, di tahun 2027 BUMN akan melakukan penguatan di sisi Sumber Daya Manusia (SDM), lalu tahun 2028, BUMN akan mengubah proses bisnis gunakan inovasi terkini dan bisa melakukan IPO.
![Logo Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/59063-ilustrasi-logo-idx-indonesia-stock-exchange-ilustrasi-bursa-efek.jpg)
Setelah itu, pada tahun 2029, BUMN akan meningkatkan nilai bisnisnya dengan strategi mumpuni, hingga melanjutkan pelaksanaan IPO. Terakhir, 2030 BUMN telah menjadi perusahaan kelas dunia yang siap bersaing.
"Jadi, setelah ditata, kalau nilainya sudah pas, nilainya sudah cocok, baru kita IPO," ucapnya.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan terdapat beberapa BUMN yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Namun, pelaksanaan IPO pada perusahaan pelat merah ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut dia, Danantara tengah menyisir BUMN mana saja yang dibawa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Kan kita lagi identifikasi nih, kita sedang menjelajah mungkin nanti sebelum akhir tahun ini," ujar Rosan saat ditemui di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Rosan yang juga sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi ini menyebut, beberapa BUMN memang miliki potensi untuk menjadi perusahaan terbuka. Akan tetapi, dirinya tidak merinci BUMN mana yang miliki potensi itu.
"Kita akan menelusuri beberapa perusahaan yang kita sudah lihat mempunyai potensi, mempunyai appetite dan juga mempunyai respon yang akan positif dari masyarakat, dari dunia usaha dan juga baik dalam maupun luar negeri," ucapnya.
Untuk diketahui, terakhir kali BUMN atau anak usaha BUMN melakukan IPO adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada 24 Februari 2023. PGEO merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor panas bumi.
Jadi, hingga Oktober 2026, sudah lebih dari tiga tahun tidak ada BUMN maupun anak usaha BUMN yang melakukan IPO.