NTB.Suara.com – Imam Malik mengambil keputusan berbeda soal jumlah rakaat shalat tarawih dan witir di Bulan Ramadhan.
Jika mayoritas ulama mazhab mengamalkan shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat, maka Imam Malik shalat tarawih 36 rakaat dan witir 3 rakaat, jadi total 39 rakaat. Oleh sebab itu penganut mazhab Maliki shalat tarawih 39 rakaat, jauh lebih banyak dari mayoritas kaum muslim lainnya.
Ulama Asal Pekanbaru, Ustadz Abdul Somad menjelaskan alasan Imam Malik shalat tarawih 39 rakaat untuk mengimbangi pahala shalat tarawih yang dilakukan ummat islam di Masjidil Haram. Menurut Imam Malik, umat Islam yang shalat tarawih 23 rakaat di Masjidil Haram melakukan thawaf di setiap 4 rakaat.
“Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan orang Madinah saat itu shalat 36 rakaat untuk mengimbangi orang Makkah, karena orang Makkah setiap 4 rakaat melakukan Thawaf, orang Madinah tak bisa thawaf maka oleh Imam Malik ditambah lagi rakaatnya,” jelas UAS dilansir dari channel Youtube Ustadz Menjawab.
UAS juga menjelaskan jika Rasulullah SAW melakukan shalat tarawih 11 rakaat berlandaskan pada Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RAH. Kemudian di zaman Umar Ibn Khattab Shalat tarawih ditetapkan 23 rakaat dengan witir, jumlah rakaat yang dilakukan Umar ini pun disepakati oleh mayoritas Imam Mazhab. ***