Mobil Nirawak Google 11 Kali Alami Kecelakaan, Salahkan Manusia

Liberty Jemadu

Selasa, 12 Mei 2015 | 10:07 WIB
Mobil Nirawak Google 11 Kali Alami Kecelakaan, Salahkan Manusia
Mobil yang digunakan Google dalam ujicoba teknologi autokemudi di California, AS (Google Plus/Google Self-Driving Car Project).

Suara.com - Google Inc, pada Senin (11/5/2015), mengungkapkan bahwa mobil-mobil autokemudinya sudah mengalami 11 kecelakaan sejak pertama kali diujicoba di jalanan umum enam tahun silam.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu mengungkap data tersebut setelah kantor berita Associated Press memberitakan bahwa Google sudah melapor ke departemen kendaraan bermotor California, AS, tentang tiga kecelakaan yang melibatkan mobil autokemudinya sejak September tahun lalu.

Dalam blog resminya, Google kemudian menjelaskan bahwa ada total 11 kecelakaan yang melibatkan mobil nirawak mereka yang menyebabkan "kerusakan kecil dan tidak menyebabkan jatuhnya korban."

"Tak sekalipun mobil autokemudi memicu kecelakaan," tulis Chris Urmson, direktur program mobil nirawak Google, membela teknologi masa depannya itu.

Google, yang menggunakan 23 mobil Lexus dalam uji coba mobil autokemudinya di California, mengatakan meski ada beberapa kecelakaan kecil, tetapi tak ada korban manusia yang cedera di dalamnya.

"Sejauh ini semua kecelakaan itu justru disebabkan oleh manusia," tulis Google lebih jauh.

Urmson membeberkan bahwa mobil Google sering kali ditabrak dari belakang pada saat sedang berhenti. Dalam tabrakan lain mobil Google juga pernah disenggol oleh mobil lain ketika sedang berhenti di rambu tanda stop. Mobil-mobil yang menabrak mobil Google itu dikendarai oleh manusia.

Selain Google, mobil autokemudi Delphi Automotive juga diketahui mengalami kecelakaan pada Oktober 2014 lalu. Dalam keterangan resminya Delphi mengakui bagian depan mobil Audi AQ5 yang digunakannya untuk uji coba rusak karena ditabrak oleh mobil lain saat sedang menunggu giliran berbelok ke kiri.

Ada lima perusahaan lain yang diketahui sedang menguji teknologi autokemudinya di California dan semuanya mengaku belum pernah mengalami kecelakaan dalam uji coba di jalanan umum.

California sendiri adalah satu dari empat negara bagian di AS yang mengizinkan jalan-jalannya digunakan sebagai tempat uji coba mobil autokemudi. Tiga negara bagian lainnya adalah Nevada, Michigan, dan Florida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bos Google: Dunia Tak Bisa Lari dari Mobil Nirawak

Bos Google: Dunia Tak Bisa Lari dari Mobil Nirawak

Otomotif | Rabu, 22 April 2015 | 17:51 WIB

Chevrolet Pamerkan FNR Concept, Mobil Listrik Futuristik Nirawak

Chevrolet Pamerkan FNR Concept, Mobil Listrik Futuristik Nirawak

Otomotif | Rabu, 22 April 2015 | 10:55 WIB

Honda Mulai Uji Coba Teknologi Mobil Autokemudi di AS

Honda Mulai Uji Coba Teknologi Mobil Autokemudi di AS

Otomotif | Kamis, 02 April 2015 | 11:52 WIB

Mobil Nirawak Google Pakai Airbag di Luar

Mobil Nirawak Google Pakai Airbag di Luar

Otomotif | Kamis, 26 Maret 2015 | 19:18 WIB

Bos Google Ingin Puteranya Tak Perlu Lagi Belajar Nyetir

Bos Google Ingin Puteranya Tak Perlu Lagi Belajar Nyetir

Otomotif | Kamis, 19 Maret 2015 | 16:20 WIB

CEO Tesla Motors: Di Masa Depan, Orang Dilarang Pegang Kemudi

CEO Tesla Motors: Di Masa Depan, Orang Dilarang Pegang Kemudi

Otomotif | Kamis, 19 Maret 2015 | 06:28 WIB

Alibaba dan SAIC Berambisi Produksi Mobil Autokemudi pada 2016

Alibaba dan SAIC Berambisi Produksi Mobil Autokemudi pada 2016

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2015 | 15:26 WIB

New Audi A8 Dijual pada 2017, Sudah Berteknologi Autokemudi

New Audi A8 Dijual pada 2017, Sudah Berteknologi Autokemudi

Otomotif | Selasa, 17 Maret 2015 | 19:20 WIB

Mobil Audi Ini Akan Tempuh Perjalanan Terjauh Tanpa Sopir

Mobil Audi Ini Akan Tempuh Perjalanan Terjauh Tanpa Sopir

Otomotif | Senin, 16 Maret 2015 | 17:49 WIB

Baidu Ikut Kembangkan Mobil Autokemudi

Baidu Ikut Kembangkan Mobil Autokemudi

Otomotif | Jum'at, 13 Maret 2015 | 05:31 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×