Google Bantah Berniat Jadi Produsen Mobil

Liberty Jemadu, Deni Yuliansari

Rabu, 16 September 2015 | 15:10 WIB
Google Bantah Berniat Jadi Produsen Mobil
Purwarupa mobil autokemudi Google sedang melaju dalam sebuah uji coba (Google Self-driving Car Project/Google Plus).

Suara.com - Google, pada Selasa (15/9/2015) membantah berambisi menjadi produsen mobil. Bantahan itu disampaikan oleh Philipp Justus, Direktur Google di wilayah Jerman, Austia, dan Swiss di arena Frankfurt Auto Show.

Di waktu yang nyaris bersamaan Google mengumumkan telah merekrut John Krafcik, bekas CEO Hyundai Motors Amerika sebagai bos divisi mobil autokemudinya.

Sebelumnya pada awal Agustus kemarin media Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa Google sudah membentuk perusahaan otomotif bernama Google Auto LLC. Informasi pendirian perusahaan itu diperoleh Google dari Negara Bagian California, AS. Perusahaan itu disebut akan memproduksi mobil penumpang untuk Google.

Baca: Google Diam-diam Bikin Perusahaan Mobil

Tetapi dalam jumpa pers di Frankfurt, Justus mengatakan bahwa Google hanya akan mencari mitra dari industri otomotif untuk memproduksi mobil dan tidak akan membuat mobil sendiri.

"Ini bukan sesuatu yang bisa kami lakukan sendiri," kata Justus sambil menambahkan bahwa Google sudah bermitra dengan dua perusahaan pemasok suku cadang mobil, Bosch dan zf friedrichshafen.

"Google juga tidak akan menjadi sebuah produsen mobil," tegas dia.

Google saat ini adalah yang terdepan dalam pengembangan mobil autokemudi. Mobil-mobil nirawaknya sudah menjalani uji coba di jalan-jalan umum di beberapa kota di AS. Rencananya mobil autokemudi Google sudah dipasarkan pada 2020.

Menanggapi ekspansi Google ini, beberapa produsen mobil dunia seperti Honda, Nissan, BMW, Mercedes Benz, dan Audi juga sedang gencar mengembangkan teknologi mobil autokemudi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Google Bakal Produksi 200 Unit Mobil Tanpa Setir

Google Bakal Produksi 200 Unit Mobil Tanpa Setir

Tekno | Kamis, 29 Mei 2014 | 10:24 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×