Array

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Rp10 Triliun Hingga 2020

Liberty Jemadu Suara.Com
Senin, 29 Agustus 2016 | 04:08 WIB
Toyota Akan Gelontorkan Investasi Rp10 Triliun Hingga 2020
Logo merek mobil Toyota (Suara.com/Oke Atmaja).

Suara.com - Toyota akan melanjutkan rencana besar investasi di Indonesia, terutama di bidang manufaktur, hingga mencapai Rp20 triliun sampai tahun 2020, demikian dikatakan Wakil Presdir PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono di Tokyo, Jepang, Minggu (28/8/2016).

Warih mengatakan, seperti dikutip kantor berita Antara, saat ini investasi baru Toyota di Tanah Air yang terealisasi telah mencapai Rp10 triliun.

"Proyek-proyek besar sudah direalisasikan, pabrik ke-3 sudah selesai," ujarnya di sela-sela pertemuan dalam rangka kampanye keselamatan dan lingkungan dengan berbagai media di Asia Pasifik.

Sejak 2013, lanjut dia, kapasitas produksi Toyota di Indonesia terus bertambah dari 110.000 unit menjadi 250.000 unit saat ini.

Menurut Warih, dari total investasi yang telah dikucurkan, yang terbesar di antaranya adalah pengembangan kapasitas produksi untuk Kijang Innova dan Fortuner yang mencapai sekitar Rp5 triliun, kemudian produksi Sienta sekitar Rp2,5 triliun, dan produksi mesin NR dengan investasi sekitar Rp2,3 triliun.

"Jadi masih ada investasi lanjutan, meskipun tidak sebesar sekarang," ujar Warih.

Investasi lanjutan Toyota di Indonesia tersebut, menurut dia, lebih pada investasi untuk penyegaran atau modifikasi produk, selain investasi lain terkait efisiensi untuk meningkatkan daya saing, termasuk membawa industri pendukung komponen seperti Denso.

Untuk membuat investasi yang ditanam di Indonesia itu optimal, Toyota melalui TMMIN, juga melakukan ekspor di samping memproduksi untuk permintaan dalam negeri.

"Saat komposisi (produksi untuk) ekspor dan domestik sudah 50:50," kata Warih.

Ekspor, lanjut dia, sangat penting untuk mencapai skala ekonomi beragam model mobil yang diproduksi TMMIN. Dia memperkirakan sampai akhir tahun ekspor produk Toyota dari Indonesia ke mancanegara mencapai sekitar 170.000 unit, antara lain berupa Innova, Fortuner, Vios, Yaris, di samping Avanza, Rush, dan Sienta.

"Ada penurunan permintaan ekspor beberapa model, terutama dari Timur Tengah, namun secara volume bisa tertutup oleh peningkatan ekspor dari negara di kawasan ASEAN, seperti Philipina," katanya.

Warih mencontohkan permintaan ekspor dari Timur Tengah turun dari sekitar 3.000-3.500 unit per bulan menjadi hanya 2.000-an unit per bulan. Namun permintaan ekspor dari Philipina naik dari 1.000-1.500 unit per bulan menjadi 2.000-2.500 unit per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI