Kenaikan Tarif STNK dan BPKB Bikin Pabrikan Sepeda Motor Was-was

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Kamis, 12 Januari 2017 | 07:50 WIB
Kenaikan Tarif STNK dan BPKB Bikin Pabrikan Sepeda Motor Was-was
Warga antre untuk memperpanjang STNK dan mengurus BPKB di Samsat Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - 2017 baru dimulai, tapi pabrikan otomotif sudah was-was dengan penjualan sepeda motor nasional tahun ini. Hal tersebut diungkap Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Pasalnya, Dalam beberapa pekan pertama tahun ini saja sudah ada berbagai tantangan, salah satunya kenaikan tarif Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

"Kami sih, memasang target antara 6,1-6,2 juta unit (pada 2017). Cuma, enggak tahu ya, melihat perkembangan di awal tahun ini saja sudah begitu (muncul tantangan). Ada kenaikan tarif STNK dan BPKB," kata Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala ketika dihubungi Suara.com pada Rabu (11/1/2017) kemarin.

Seperti diketahui, tarif pengurusan STNK plus BPKB baru serta lama meroket 100-300 persen mulai 6 Januari. Biaya STNK baru atau perpanjangan untuk roda dua naik dari Rp50.000 menjadi Rp100.000, sementara untuk roda empat/lebih menjadi Rp200.000 dari awalnya Rp75.000.

Ongkos pengurusan BPKB baru atau mutasi juga meroket dari Rp80.000 ke Rp225.000 untuk roda dua. Adapun bagi roda empat/lebih tarifnya menjadi Rp375.000 dari semula Rp100.000.

"Seberapa besar pengaruhnya kami belum bisa mengetahui, masih terlalu dini," lanjut Sigit.

Cobaan bagi produsen sepeda motor tak berhenti sampai di situ. Kenaikan harga bensin jenis Pertamax ke atas sebesar Rp300 di awal tahun, menurut AISI, berpotensi pula untuk makin mempengaruhi daya beli yang memang sudah melemah sejak tahun lalu.

Per 1 Januari, pemerintah pun menaikkan secara bertahap tarif dasar listrik bagi pelanggan 900 volt ampere (va). Kenaikan dilakukan setiap dua bulan hingga 1 Juli mendatang.

AISI lantas berharap pada tahun ini sektor rill bergerak dan harga komoditas makin membaik sehingga daya beli memulih. "Kalau itu pulih, kan, bisa dongkrak penjualan," tutur Sigit.

Sekadar menginformasikan, pada 2016 lalu, transaksi jual-beli di pasar sepeda motor Indonesia sendiri minus 8,47 persen dibanding pada 2015 menjadi 5.931.285 unit, dengan penurunan di seluruh segmen roda dua. Hal ini karena perlambatan kondisi ekonomi, daya beli konsumen lemah, proyek infrastruktur tersendat, hingga harga komoditas buruk di hampir sepanjang tahun.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penjelasan Kantor Presiden Soal Kenaikan  Tarif STNK

Ini Penjelasan Kantor Presiden Soal Kenaikan Tarif STNK

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2017 | 10:47 WIB

Pemerintah Minta Ekspor Motor Minimal 2 Juta Unit

Pemerintah Minta Ekspor Motor Minimal 2 Juta Unit

Otomotif | Kamis, 03 November 2016 | 08:53 WIB

Ekspor Sepeda Motor Meroket 446 Persen Sejak 2014

Ekspor Sepeda Motor Meroket 446 Persen Sejak 2014

Otomotif | Sabtu, 15 Oktober 2016 | 14:34 WIB

Jumlah Sepeda Motor Terjual di 2015 Hanya 6,1 Juta Unit

Jumlah Sepeda Motor Terjual di 2015 Hanya 6,1 Juta Unit

Otomotif | Selasa, 15 Desember 2015 | 20:46 WIB

AISI Minta Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Emisi Baru

AISI Minta Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Emisi Baru

Otomotif | Rabu, 21 Januari 2015 | 14:19 WIB

Terkini

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:01 WIB

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:54 WIB

Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor

Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:52 WIB

Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:46 WIB

Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA

Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:37 WIB

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:34 WIB

×