Awas, Menyebrang Sembarangan Bisa Kena Semprot!

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 29 April 2018 | 17:46 WIB
Awas, Menyebrang Sembarangan Bisa Kena Semprot!
Mesin penyemprot penyebrang sembarangan. [YouTube]

Suara.com - Salah satu angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi dipicu dari masyarakat yang menyebrang sembarangan di jalan raya. Tapi di daerah ini memiliki cara unik untuk mengatasinya.

Polisi lalu lintas di Daye, Provinsi Hubei, Cina, menggunakan sejumlah tiang berwarna kuning terang yang dipasang di antara trotoar dan jalan raya dan bisa menyemprot kaki pejalan kaki dengan air. Tiang ini memiliki sensor laser yang dapat mengidentifikasi gerakan di luar trotoar ketika lampu lalu lintas masih berwarna merah.

Tiang canggih ini pun juga dilengkapi dengan speaker yang memberi tahu pejalan kaki, baik tentang kapan mereka bisa menyebrang jalan. Bahkan, memiliki kemampuan memberikan himbauan betapa berbahayanya menyebrang jalan saat lampu masih berwarna merah.

Dilansir dari Xinhuanet pada 20 April lalu, dalam satu bagian jalan akan disusun sebanyak lima tiang penyemprot. Tak hanya itu, mesin ini pun memiliki dua sistem dengan fungsi yang berbeda. Salah satunya adalah pengenalan wajah.

"Ini akan memotret orang-orang yang tetap menyebrang jalan saat lampu merah dan gambar wajah mereka akan dikirim ke database kepolisian setempat untuk menemukan identitas mereka. Sementara itu, layar elektronik besar di persimpangan jalan akan langsung menampilkan foto wajah mereka," jelas Wan Xinqiang, wakil kepala publisitas untuk biro keamanan publik di Daye.

Wan pun menjelaskan bahwa mereka telah mengurangi ketinggian laser untuk mengindari semprotan yang dapat menyakiti mata anak-anak. Sementara itu, ia mengklaim, semprotan air itu hanya semburan uap dan aman untuk semua orang.

Pemerintah Cina telah melakukan banyak hal untuk menghentikan para pejalan kaki untuk tidak menyebrang sembarangan. Menurut WHO, Cina memiliki lebih dari 260 ribu kasus kematian lalu lintas pada tahun 2013.

Sementara itu, peralatan canggih yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi informasi lokal tersebut memakan biaya lebih dari 1,3 juta yuan atau setara dengan Rp2,8 miliar. Meskipun memakan biaya yang tak sedikit, jika alat penyemprot ini berfungsi dengan baik dan dapat mengurangi jumlah pejalan kaki yang melanggar peraturan, pemerintah tengah mempertimbangkan akan memasang alat ini di seluruh kota. [Xinhuanet]

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kecelakaan Bus Sekolah, 27 Anak-anak Tewas

Kecelakaan Bus Sekolah, 27 Anak-anak Tewas

News | Selasa, 10 April 2018 | 07:50 WIB

Foto Selfie saat Berkendara Bakal Kena Denda?

Foto Selfie saat Berkendara Bakal Kena Denda?

Otomotif | Senin, 09 April 2018 | 08:27 WIB

Salah Injak Pedal, Nenek Kendarai Ford Focus Tewaskan Satu Orang

Salah Injak Pedal, Nenek Kendarai Ford Focus Tewaskan Satu Orang

Otomotif | Kamis, 22 Maret 2018 | 11:49 WIB

Lansia 96 Tahun Kehilangan Kendali, Lolos dari Maut

Lansia 96 Tahun Kehilangan Kendali, Lolos dari Maut

Otomotif | Rabu, 06 Desember 2017 | 08:23 WIB

Studi: 145 Ribu Lakalantas di AS Diduga Karena Pokemon Go

Studi: 145 Ribu Lakalantas di AS Diduga Karena Pokemon Go

Otomotif | Selasa, 05 Desember 2017 | 10:49 WIB

Terkini

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

×