Sepertiga Pengemudi Beri Alasan Macet Bila Terlambat

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 13 November 2018 | 11:00 WIB
Sepertiga Pengemudi Beri Alasan Macet  Bila Terlambat
Regent Street London [Shutterstock].

Suara.com - Hampir sepertiga pengemudi di Inggris mengambil alasan kemacetan lalu-lintas bila mereka mengalami keterlambatan dalam pertemuan sosial atau memenuhi janji. Meskipun situasi di jalan raya saat itu tidaklah seperti yang dipaparkan. Demikian dilansir dari The Evening Standard.

Hasil ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan The Automobile Association (AA), Britania Raya, dengan responden sebanyak lebih dari 20 ribu pengemudi. Hasilnya adalah sepertiga pengemudi di Inggris gemar memberi alasan kemacetan.

Fakta yang diperoleh terbilang mengejutkan, karena 51 persen dari mereka sama-sama melakukan white lies; kondisi lalu-lintas dijadikan kambing hitam. Kemudian 32 persen atau sepertiga dari seluruh responden menyebutkan bahwa kondisi macet menjadi alasan keterlambatan, dan 10 persen menyebutkan lebih detail telah terjadi penutupan jalan atau pengalihan jalan yang sejatinya tidak ada.

Di luar itu, ada persentase yang menunjukkan bahwa responden menciptakan alasan yang berpusat pada diri mereka sendiri, seperti 18 persen di antaranya mengaku sakit atau ketiduran.

Pengemudi di London ditengarai paling berpotensi melakukan kebohongan, dengan poin mencapai 57 persen mengaku telah berusaha menutupi jejak dengan alasan yang dibuat-buat.

Pengemudi muda usia bahkan cenderung berkreasi dengan fakta, di mana responden berusia 18 - 24 mencapai 74 persen melakukan kebohongan, sementara 40 persen pengemudi berusia 65 ke atas berbohong tentang alasan keterlambatan mereka.

Edmund King, presiden AA, mengatakan bahwa menyalahkan lalu-lintas dipandang sebagai hal yang masuk akal.

“Lalu lintas yang padat dan perbaikan jalan adalah kondisi umum di jalan-jalan milik kami, sehingga tidak heran bila kondisi ini dijadikan alasan yang paling mungkin dipercaya bila mesti mengalami keterlambatan," tukasnya.

"Bahkan, kemacetan dan pengalihan jalur masih lebih mungkin disalahkan, dibandingkan masalah harus mengurusi anak terlebih dahulu, sakit, atau ketiduran," imbuhnya.

baca juga

Sedangkan Royal Automobile Club (RAC) badan layanan asistensi jalan raya sampai asuransi kendaraan Britania Raya melakukan penelitian dengan hasil 61 persen pengemudi berpikir bahwa kondisi jalan bebas hambatan telah memburuk kurun dua tahun terakhir ini.

Sebanyak 55 persen pengemudi menyatakan akibat kondisi ruas jalan raya kini, aktivitas berkendara atau bermobil menjadi kurang bisa diandalkan.

Inilah hal yang kemudian terus mengemuka, bahwa alasan kemacetan lalu-lintas  adalah hal paling sering disampaikan oleh pengemudi bila mengalami keterlambatan.

Bagaimana dengan Anda sendiri, apakah macet tetap dijadikan kambing hitam bila datang ke rapat atau pertemuan tidak bisa sesuai jadwal?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Langsung dari London : Nonton Sedan Properti "Hobbs and Shaw"

Langsung dari London : Nonton Sedan Properti "Hobbs and Shaw"

Otomotif | Kamis, 20 September 2018 | 19:15 WIB

Akhir Pekan di London : Serangan Badai Debby

Akhir Pekan di London : Serangan Badai Debby

Tekno | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 07:30 WIB

Uniknya Menunggu Beduk Buka Puasa di London Pakai Lagu Sunda

Uniknya Menunggu Beduk Buka Puasa di London Pakai Lagu Sunda

Lifestyle | Kamis, 31 Mei 2018 | 07:59 WIB

Terkini

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

×