Atasi Kemacetan Parah, Negara Ini Gratiskan Semua Transportasi Publik

Liberty Jemadu
Atasi Kemacetan Parah, Negara Ini Gratiskan Semua Transportasi Publik
Suasana di jalanan Luxembourg City pada Juli 2018. [Shutterstock]

Luksemburg merupakan salah satu negara di Eropa yang mengalami kemacetan paling parah.

Suara.com - Luksemburg berencana mengratiskan semua moda transportasi umum seperti kereta api, tram, dan bus mulai 2020 mendatang demi mengentaskan masalah kemacetan yang menjadi momok di negara kecil di Eropa tersebut.

Xavier Bettel, yang pada pekan ini dilantik kembali sebagai merdana menteri, memang memprioritaskan kebijakan penyediaan transportasi umum gratis dalam kampanye partainya, Partai Demokratik.

Luxembourg City, ibu kota negara itu, memang hanya memiliki populasi 110.000 jiwa. Tetapi setiap hari ada lebih dari 400.000 orang yang masuk ke negara kecil tersebut untuk bekerja.

Luksemburg sendiri, yang luas negaranya tak lebih dari 2.600 kilometer persegi, memiliki populasi 600.000 orang. Tetapi setiap hari, sebanyak 200.000 orang dari Prancis, Belgia, dan Jerman masuk ke negara itu untuk bekerja.

Sementara sebuah studi menunjukkan bahwa pengemudi mobil kota Luxembourg City menghabiskan waktu rata-rata 33 jam di jalan akibat kemacetan pada 2016.

Sejak pertengahan 2018 sendiri, pemerintah Luksemburg telah menggratiskan kendaraan umum untuk semua anak-anak dan orang di bawah usia 20 tahun. Siswa sekolah menengah di negara itu juga diberikan fasilitas bus gratis.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi transportasi besar bagi warganya. Perjalanan menggunakan transportasi umum selama dua jam hanya dikenakan biaya 2 euro atau sekitar Rp 33.000. (The Guardian)

    Suara.Com

    Suara.com adalah portal berita yang
    menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

    QUOTES OF THE DAY

    INFOGRAFIS