Mantap, DFSK Super Cab Telah Berjaya di Pasar Ekspor

RR Ukirsari Manggalani
Mantap, DFSK Super Cab Telah Berjaya di Pasar Ekspor
Dipasarkan di GIIAS 2019, DFSK Super Cab tersedia dalam beberapa pilihan mesin [Suara.com/Tivan Rahmat]

Hampir setahun, produk DFSK Super Cab wara-wiri di jalan raya Thailand dan Sri Langka.

Suara.com - Super Cab, sebuah kendaraan pickup, menjadi produk perdana manufaktur asal China, Dong Feng Sokonindo (DFSK) yang diekspor ke luar negeri. Tepatnya ke negara tujuan Thailand dan Sri Langka, sejak Desember 2018.

DFSK Super Cab 1.5 mesin bensin dibekali mesin Dual VVT Technology 1.500 cc bertenaga 102 PS, torsi 140 Nm [Suara.com/Tivan Rahmat]
DFSK Super Cab 1.5 mesin bensin dibekali mesin Dual VVT Technology 1.500 cc bertenaga 102 PS, torsi 140 Nm [Suara.com/Tivan Rahmat]

Dikutip dari kantor berita Antara, keberhasilan inisiasi itulah, yang mendorong pihak DFSK untuk semakin bergiat melakukan ekspansi pasar ekspor. Sebagai bukti kesiapannya adalah membangun pabrik bernilai investasi 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun di Cikande, Provinsi Banten.

Setelah Thailand dan Sri Langka, negara tujuan ekspor DFSK akan berkembang ke Filipina dan China, dan sebagian besar dikirimkan dalam bentuk terurai atau Completely Knock Down (CKD).

"DFSK masuk ke Indonesia melalui tiga langkah, berakar di Indonesia, ekspansi ke Asia Tenggara, dan didistribusikan ke seluruh dunia. Kami yakin bisa memenuhi kebutuhan konsumen dengan kendaraan-kendaraan yang sesuai kebutuhan dan berkualitas tinggi untuk memastikan kondisinya optimal," papar Franz Wang, Managing Director Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek (APM) DFSK saat dijumpai di acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019, awal pekan ini (22/7/2019).

Disebutkannya bahwa pabrik di Cikande adalah fasilitas produksi kedua DFSK secara global yang berada di luar China. Artinya, pabrik berkapasitas produksi hingga 50 ribu unit per tahun itu akan menjadi salah satu basis produksi dunia untuk ekspansi produk DFSK.

Adapun Super Cab yang sudah berhasil diekspor itu hanya diproduksi di Indonesia, dengan pilihan tipe 1.500 cc mesin bensin, serta 1.300 cc bermesin diesel.

Selain kendaraan komersial yang diekspor, DFSK juga menyiapkan passenger car untuk dilempar ke pasar luar negeri. Antara lain adalah DFSK Glory 580 tipe 1.5 CVT Luxury. Tujuannya adalah negara-negara yang menerapkan setir kanan, seperti Thailand, Nepal, Hong Kong dan Bangladesh, dengan konsep ekspor CKD.

"Langkah ekspor menjadi bukti kepada konsumen bahwa endaraan yang kami produksi memenuhi standar global," tutup Franz Wang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS