Soal Pembatasan Ganjil Genap Sepeda Motor: Tidak Adakah Cara Lain?

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 07 Agustus 2019 | 16:00 WIB
Soal Pembatasan Ganjil Genap Sepeda Motor: Tidak Adakah Cara Lain?
Petugas gabungan saat penerapan sistem ganjil genap dari pintu Tol Tambun di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018). Sebagai ilustrasi ganjil genap [Suara.com/Fakhri Hermansyah].

Suara.com - Pemerintah Daerah DKI Jakarta tengah menggodok rencana penerapan ganjil genap untuk sepeda motor. Tujuannya, tentu untuk menekan volume kendaraan yang melintas di jalan raya dan menekan dampak emisi yang dihasilkan kendaraan.

Rencana ini tentu saja menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Dan seorang pengamat otomotif, M Wahab mempertanyakan rencana penerapan aturan itu.

Parkir Sepeda Motor Khusus Pengunjung di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto dipotret pada Selasa (7/8/2018). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Parkir Sepeda Motor Khusus Pengunjung di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto dipotret pada Selasa (7/8/2018).  Sebagai ilustrasi kendaraan roda dua [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

"Apa tidak ada cara lain selain membuat regulasi seperti itu (ganjil genap motor)?" tanya M Wahab, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Ia mengambil contoh, produsen roda dua seperti Honda saat ini sudah mulai memproduksi kendaraan ramah lingkungan. Misalnya PCX sudah tersedia dalam versi hybrid dan listrik walaupun belum diperjualbelikan.

"Jadi intinya coba dikaji lagi, perlu tidak pembatasan dengan tren yang seperti saat ini. Semua kendaraan sudah menuju low emission," ungkapnya.

Selain itu, menurut M Wahab, pembatasan pasti akan berdampak kepada sektor ekonomi. Semisal ojek online bagaimanakah nasibnya bila ada peraturan ganjil genap untuk sepeda motor.

"Jadi tidak perlu ada pembatasan-pembatasan yang belum tentu banyak positifnya dari pada negatifnya," kata M Wahab.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menandatangani Instruksi Gubernur atau Ingub Nomor 66/2019 dalam upaya menekan tingkat polusi udara di Ibu Kota NKRI. Berlaku tahun depan, biaya parkir kendaraan pribadi di kawasan yang dilayani oleh transportasi umum akan mengalami kenaikan.

Demikian pula soal penggunaan mobil sistem ganjil genap akan diperluas lingkupnya.

baca juga

Dikutip dari kantor berita Antara, ada pula wacana bahwa penerapan sistem ganjil genap ini nantinya akan diberlakukan pula untuk kendaraan roda dua alias motor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Ganjil Genap Adalah Solusi Sementara, Begitu Kata Pakar

Aturan Ganjil Genap Adalah Solusi Sementara, Begitu Kata Pakar

Otomotif | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:30 WIB

Hore! Sepeda Motor, Motor Listrik dan Mobil Listrik Tak Kena Ganjil Genap

Hore! Sepeda Motor, Motor Listrik dan Mobil Listrik Tak Kena Ganjil Genap

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 11:16 WIB

Hari Ini, Rencana Ganjil Genap bagi Sepeda Motor Diumumkan

Hari Ini, Rencana Ganjil Genap bagi Sepeda Motor Diumumkan

Otomotif | Rabu, 07 Agustus 2019 | 10:55 WIB

Terkini

Kagum dengan Kualitas Lapangan, Pelatih Bangladesh Keluhkan Hal Ini Jelang Lawan Timnas Indonesia

Kagum dengan Kualitas Lapangan, Pelatih Bangladesh Keluhkan Hal Ini Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 19:45 WIB

Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan

Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:45 WIB

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:38 WIB

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

×