Perdana Menteri Inggris Desak POTUS Tak Berlakukan Tarif Ekspor Mobil

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 08:00 WIB
Perdana Menteri Inggris Desak POTUS Tak Berlakukan Tarif Ekspor Mobil
Perdana Menteri baru Inggris, Boris Johnson tiba di 10 Downing Street di London (24/7/2019), pada hari ia secara resmi ditunjuk sebagai Perdana Menteri Inggris [AFP/Adrian Dennis].

Suara.com - Selain perang dagang dengan China yang dilakukan pemerintahan Amerika Serikat di bawah pemerintahan President of The United States (POTUS) Donald Trump, sederet kebijakan bidang ekonomi terus dilakukannya atas berbagai negara.

Seperti dikutip kantor berita Antara dari Reuters (6/11/2019), mulai Oktober 2019, Amerika Serikat menerapkan tarif 25 persen terhadap wiski Skotlandia dan produk Eropa lainnya. Hal ini adalah balasan atas subsidi Uni Eropa untuk pesawat berskala besar.

Sosok Jaguar I-Pace EV400 AWD, mulai grille sampai velg [Suara.com/ukirsari Ingram].
Sosok Jaguar I-Pace EV400 AWD, mulai grille sampai velg. Sebagai ilustrasi produk Inggris atau Britania Raya [Suara.com/ukirsari Ingram].

Dalam kesempatan yang berbeda, pemerintahan Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap kendaraan dan suku cadang Uni Eropa. White House di Washington D.C akan memutuskan apakah pihaknya bakal memberlakukan pajak ini mulai 14 November 2019. Tarif itu pernah ditunda hingga enam bulan, dan para pakar perdagangan memperkirakan hal itu mungkin bakal terulang kembali.

Karena itu, Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris telah menyampaikan via telepon, bahwa ia meminta POTUS Donald Trump agar mencabut tarif sejumlah produk termasuk wiski Skotlandia, kata juru bicara Downing Street melalui pernyataan tertulis, Selasa (5/11/2019).

Dalam pernyataan ini juga disebutkan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson juga mendesak POTUS untuk tidak memberlakukan tarif terhadap ekspor mobil.

"Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat Kemitraan Khusus melalui perjanjian perdagangan bebas bilateral yang solid setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa," demikian pernytaan yang diberikan oleh pihak White House di Washington D.C.

Sedikit catatan soal besaran 25 persen tarif produk otomotif dari POTUS. Bila sungguh-sungguh diberlakukan untuk Britania Raya, maka akan menjadi sanksi produk otomotif di negara ketiga. Sebelumnya, negara pertama adalah Meksiko. Juga berupa sanksi atas produk otomotif senilai 25 persen, bila negara itu tidak bisa mengontrol imigran gelap dari Meksiko ke Amerika Serikat. Sesudahnya adalah China, sebagai bagian dari perang dagang Negara Paman Sam, dengan negara Tirai Bambu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Keringanan Pajak Kendaraan Listrik, Harga MINI SE Hanya Segini

Berkat Keringanan Pajak Kendaraan Listrik, Harga MINI SE Hanya Segini

Otomotif | Rabu, 30 Oktober 2019 | 15:00 WIB

Perang Dingin, Korsel dan Jepang Saling Boikot Produk Otomotif

Perang Dingin, Korsel dan Jepang Saling Boikot Produk Otomotif

Otomotif | Kamis, 10 Oktober 2019 | 11:14 WIB

Hore, Jaguar Land Rover Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Hore, Jaguar Land Rover Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Otomotif | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:31 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil

Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 16:10 WIB

Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris

Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 15:23 WIB

5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru

5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:10 WIB

Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC

Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:56 WIB

5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley

5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:44 WIB

Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha

Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 06:05 WIB

Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan

Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:05 WIB

GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air

Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:15 WIB

Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif

Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:41 WIB