Masuki 2020: Chevrolet dan Datsun Pergi, Hyundai Berpeluang Isi Celah

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Masuki 2020: Chevrolet dan Datsun Pergi, Hyundai Berpeluang Isi Celah
Hyundai Kona. [YouTube@Hyundai Worldwide]

Masuknya Hyundai ke Tanah Air akan membuat pasar mobil Indonesia kian semarak.

Suara.com - Pada 2019 pasar mobil Indonesia sedikit begejolak mendengar rencana General Motor melalui merek Chevrolet dan Datsun yang resmi angkat kaki dari Indonesia per 2020.

Hengkangnya dua pemain lama itu diyakini akan menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh para produsen otomotif Indonesia, termasuk Hyundai yang akan mendirikan pabriknya di Jawa Barat pada 2020 ini. Meski demikian Hyundai dikabarkan akan fokus ke mobil listrik, pasar yang masih sangat belia di Tanah Air.

"Pasar yang ditinggalkan oleh dua merek di tahun 2019 akan diperebutkan oleh pemain-pemain lama dan menjadi peluang untuk yang baru datang," kata pengamat otomotif Bebin Djuana kepada Suara.com baru-baru ini.

Lebih lajut, kata Bebin, peluang pemain baru sejauh ini masih terbuka lebar. Pasalnya kebutuhan alat transportasi di Indonesia masih besar.

"Tapi tampilan pelayanan dan kualitas produk juga sangat penting. Tidak ketinggalan harga dan luasnya jaringan. Tidak mudah perlu kerja keras," tegas Bebin.

Hyundai turun gelanggang

Masuknya Hyundai di Tanah Air juga dinilai positif bagi pasar mobil Indonesia, khususnya dalam pengembangan mobil listrik. Meski demikian, Bebin mengatakan Hyundai butuh kerja keras di Tanah Air.

"Walaupun tidak semudah yang dibayangkan, perlu meyakinkan masyarakat akan pelayanan dan kehandalannya," kata Bebin soal masuknya Hyundai.

Kedatangan Hyundai sendiri disambut positif oleh para pemain lama yang sudah mapan. Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan Hyundai akan membuat Indonesia semakin semarak.

"Jadi saya rasa market ke depannya tetap akan meriah, tetap akan menarik. Tidak hanya dari kami sendiri tapi dari kompetitor juga," ujar Anton, di Plaza Senayan, Jakarta Pusat.

Sambutan yang sama disampaikan oleh Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra. Ia mengatakan masuknya Hyundai akan membuat konsumen punya pilihan baru.

"Konsumen akan punya pilihan lagi," tegas Amelia.

Sementara itu, Arviane D Bahar, PR Digital Manager & Marketing DFSK Indonesia menyampaikan pihaknya sangat terbuka terbuka dengan kehadiran pendatang baru.

"Kami percaya setiap produk memiliki keunggulan dan pangsa pasarnya tersendiri. Banyaknya produk yang sama di segmennya, tentu akan memacu pelaku otomotif memberikan kualitas dan teknologi terbaiknya. Hal ini tentunya akan memberikan manfaat baik bagi konsumen Indonesia," papar Arviane.

Optimistis pasar mobil 2020 tumbuh

Sementara soal pasar di 2020, mayoritas industri mengaku optimistis akan mengalami pertumbuhan hingga 3 persen.

"Pasar tahun depan kami prediksi ada kenaikan kira-kira dua sampai tiga persen. Dominasi produk masih akan ditopang model seven seater," ujar Anton.

Keyakinan akan tumbuhnya pasar mobil Indonesia di 2020 juga disampaikan oleh Suzuki. Direktur Pemasaran roda empat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra mengatakan pasar kendaraan niaga kecil membaik di tahun 2019 dan ia yakin di 2020 pasar mobil penumpang akan tumbuh.

"Menurut saya faktor utamanya pendorongnya adalah stimulus produk. Kami optimistis membaik di 2020," kata Donny.

Sedangkan Arviane mengatakan pasar tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini. Kemungkinan akan ada sedikit peningkatan asalkan tidak ada kejadian yang berdampak kepada daya beli masyarakat.

"Kami optimistis pasar otomotif Indonesia masih memberikan kontribusi yang positif," terang Arviane.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS