Dampak COVID-19, Polusi Udara Menurun Drastis

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 26 Maret 2020 | 13:05 WIB
Dampak COVID-19, Polusi Udara Menurun Drastis
Suasana Kota New York yang sepi akibat Virus Corona baru [Anadolu Agency/Lokman Vural Elibol].

Suara.com - Penyebaran wabah Virus Corona baru yang menyebabkan Coronavirus Disease atau COVID-19 memiliki dampak negatif terhadap perekonomian di seluruh dunia. Dengan diberlakukannya lockdown atau kuncitara alias kunci sementara sampai imbauan physical distancing, konsekuensinya adalah penghentian sementara berbagai jalur produksi untuk memutus rantai penyebaran virus.

Namun dampak positifnya, penyebaran polusi udara justru berkurang drastis seiring minimnya warga beraktivitas di luar rumah. Perusahaan data lokasi Inrix melaporkan bahwa volume lalu lintas Amerika Serikat (AS) turun 30 persen pada Maret 2020.

Potret Nasa tampilan Bumi usai diserang virus corona. [Twitter]
Potret NASA tentang tampilan Bumi usai diserang Virus Corona [Twitter]

Melansir RideApart, dengan minimnya aktivitas mobil di jalan raya, polusi udara di San Francisco berkurang hingga 50 persen. Bahkan data menunjukkan bahwa New York, Michigan, dan California menjadi kota dengan penurunan polusi udara sebesar 37 persen. Penurunan ini disebut-sebut menjadi yang paling drastis secara internasional.

Tentu saja, penurunan volume lalu lintas secara langsung juga mempengaruhi tingkat polusi udara dan area metropolitan utama di pelbagai kota di Amerika Serikat, seperti Los Angeles, Seattle, New York, dan Chicago.

Sementara lalu lintas di Italia anjlok hingga 65 persen dan NASA melaporkan bahwa tingkat nitrogen oksida di seluruh China bagian tengah dan timur telah menurun sebanyak 30 persen. Sedangkan Universitas Columbia mengukur penurunan karbon monoksida mencapai 50 persen dalam seminggu terakhir.

Nah, meskipun data yang ada memperlihatkan penurunan polusi udara secara drastis, namun pakar lingkungan Universitas Stanford, Rob Jackson mengatakan, hal ini tidak akan berlangsung lama. Angka emisi akan kembali seperti semula bersamaan dengan pandemi yang berangsur mereda.

"Saya tidak akan merayakan jika emisi turun satu atau dua persen karena COVID-19," papar Rob Jackson dalam sebuah wawancara dengan Los Angeles Times.

"Kami membutuhkan penurunan berkelanjutan. Bukan kejadian tak terduga yang aneh di bawah rata-rata," tambahnya.

Dan sebagai catatan, untuk mengembalikan kondisi perekonomian dunia, negara-negara seperti Republik Ceko telah meminta pelonggaran rencana emisi nol karbon Uni Eropa dan beberapa maskapai penerbangan memutar kembali kebijakan pengurangan emisi.

baca juga

Dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastor Katolik Positif Corona Wafat Usai Tolak Respirator Demi Pasien Lain

Pastor Katolik Positif Corona Wafat Usai Tolak Respirator Demi Pasien Lain

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 17:14 WIB

Dampak Corona, Max Biaggi Batal Pecahkan Rekor Motor Listrik Tercepat

Dampak Corona, Max Biaggi Batal Pecahkan Rekor Motor Listrik Tercepat

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2020 | 14:45 WIB

Donald Trump Beri Lampu Hijau Pabrikan Otomotif Amerika Produksi Alkes

Donald Trump Beri Lampu Hijau Pabrikan Otomotif Amerika Produksi Alkes

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:10 WIB

Terkini

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:41 WIB

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:15 WIB

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:25 WIB

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:52 WIB

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:12 WIB

×