Mahindra Terus Dukung Ssangyong di Masa Pandemi Covid-19

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 13 April 2020 | 08:27 WIB
Mahindra Terus Dukung Ssangyong di Masa Pandemi Covid-19
SsangYong Korando (C200) generasi ke-tiga. Sebagai ilustrasi produk Ssangyong [Shutterstock].

Suara.com - Mahindra & Mahindra, salah satu produsen otomotif India yang dimiliki Mahindra Group, siap memberikan dukungan pendanaan kepada salah satu produsen Korea Selatan, Ssangyong. Dikutip dari kantor berita Antara, pada akhir pekan lalu (12/4/2020), SsangYong Motor merilis sebuah pengumuman.

Bunyinya adalah memberikan pernyataan bahwa Ssyangyong akan mendapatkan suntikan dana segar dari Mahindra. Nilainya mencapai 33 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 521,5 miliar. Adapun tujuan Mahindra tidak lain adalah membantu Ssangyong bertahan di tengah pandemik Coronavirus Disease atau Covid-19.

Mobil Korea SsangYong Chairman. (autoevolution.com)
Mobil Korea SsangYong Chairman.  Sebagai ilustrasi [Autoevolution.com].

"Dana darurat ini menunjukkan bahwa Mahindra berkomitmen untuk SsangYong dan mengurangi spekulasi pasar bahwa Mahindra akan meninggalkan perusahaan Korea Selatan itu," demikian papar Pawan Goenka, Direktur Pelaksana Mahindra, seperti dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Senin (13/4/2020).

Awalnya, rencana Mahindra adalah menyokong pendanaan Ssangyong sebesar 230 miliar won sepanjang tiga tahun ke depan. Namun rencana ini ditentang dewan direksi karena kecemasan iklim investasi di tengah pandemi Covid-19. Sehingga dipertimbangkan untuk memberikan pendanaan sekali saja, senilai 40 miliar won selama tiga bulan ke depan untuk membantu SsangYong beroperasi.

Selain itu, Mahindra juga membantu SsangYong menarik investor, sambil mencari cara lain untuk membantu produsen mobil ini menghindari krisis likuiditas dalam jangka pendek.

Sebagai catatan, SsangYong yang menjadi unit usaha Mahindra mengalami kesulitan finansial sejak 2017. Pada 2018, mereka mengalami kerugian yang mencapai 62 miliar won. Lalu setahun lalu, mengalami penurunan produksi sebesar 6,5 persen menjadi 132.799 kendaraan. Sementara sebelumnya adalah 141.995 unit untuk 2018. Penyebabnya adalah penurunan permintaan.

Terbaru, penjualan SsangYong pada Januari hingga Maret 2020 menjadi 24.139 unit dari 34.851 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Imbau Industri Otomotif Tetap Penuhi Hak Pekerja

Menperin Imbau Industri Otomotif Tetap Penuhi Hak Pekerja

Otomotif | Sabtu, 11 April 2020 | 20:55 WIB

Status PSBB Jakarta, Suzuki Maksimalkan Penjualan di Daerah

Status PSBB Jakarta, Suzuki Maksimalkan Penjualan di Daerah

Otomotif | Sabtu, 11 April 2020 | 15:25 WIB

Bagaimanakah Dampak Corona Terhadap Kredit Kendaraan?

Bagaimanakah Dampak Corona Terhadap Kredit Kendaraan?

Otomotif | Rabu, 08 April 2020 | 19:30 WIB

Terkini

6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli

6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:31 WIB

Update Harga BBM SPBU Swasta Terbaru per Akhir Mei 2026, Shell hingga BP-AKR

Update Harga BBM SPBU Swasta Terbaru per Akhir Mei 2026, Shell hingga BP-AKR

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:27 WIB

Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik

Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:11 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:05 WIB

Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh

Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:33 WIB

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:45 WIB

Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton

Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:10 WIB

Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge

Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:31 WIB

Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi

Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:42 WIB