Bisa Bikin Pendengaran Rusak, Ini Pentingnya Memilih Helm Motor Senyap

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Bisa Bikin Pendengaran Rusak, Ini Pentingnya Memilih Helm Motor Senyap
Ilustrasi helm yang dipakai pembalap MotoGP. [gpone.com]

Kebisingan konstan hasil benturan dengan angin serta suara mesin rupanya bisa mempengaruhi pendengaran.

Suara.com - Pernahkan anda merasa terganggu dengan suara bising saat sedang naik motor? Selain kecepatan angin dan suara mesin, bentuk helm juga punya andil besar dalam kebisingan yang didengar oleh tiap pemotor.

Dilansir dari Rideapart, riset yang dilakukan oleh CDC (Ceters of Disease Control Prevention), setiap pengendara motor dapat terpapar kebisingan suara hingga 95 desibel (dB).

Jika kebisingan tersebut didengar secara konstan lebih dari 50 menit, ada potensi pengendara akan mengalami kerusakan pendengaran permanen

Menurut studi majalah motor asal Belanda, Promotor tahun 2018, kebanyakan helm kurang efektif untuk mengurangi kebisingan.

Helm canggih besutan Quin Design (Rideapart)
Ilustrasi helm. (Rideapart)

Studi tersebut dilakukan dengan memilih 10 helm tertentu yang diuji dalam kecepatan 50km/jam, 100km/jam dan 150 km/jam.

Ternyata dengan catatan terbaik hanya mereduksi kebisingan hingga 85 dB pada 50km/jam, serta 100 dB pada 100 km/jam. Rata-rata seluruh helm yang diuji membuat suara menjadi 88 dB pada 100km/jam.

Pelindung dagu pada helm full face rupanya tak cuma berfungsi sebagai pemecah angin, namun juga mengurangi angin yang masuk ke dalam helm sehingga kebisingan dapat tereduksi.

Selain itu, helm yang memiliki karet landasan kaca helm juga punya andil besar.

Lalu ventilasi helm juga berpengaruh. Ventilasi dengan desain 'menjebak angin' bakal meningkatkan kebisisngan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS