COVID-19, Penjualan Mobil di Jerman Diperkirakan Stabil pada 2022

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
COVID-19, Penjualan Mobil di Jerman Diperkirakan Stabil pada 2022
Audi e-tron GT Concept yang baru saja menghias pentas Geneva Motor Show 2019 di Jenewa, Swiss (10/3/2019) [Shutterstock].

Dampak virus Corona terhadap sektor otomotif sangatlah terasa. Begini pendapat CEO Audi tentang penjualan mobil di Jerman.

Suara.com - Markus Duesman, Chief Executive Officer (CEO) Audi memprediksi penjualan mobil di Jerman setelah badai COVID-19 baru akan kembali normal pada 2022.

"Kami tentu tidak berharap krisis COVID-19 memiliki efek jangka panjang," kata Markus Duesmann, seperti dikutip dari AutomotiveNews.

Ia menambahkan bahwa negara-negara seperti China menunjukkan pemulihan yang kuat. Sementara pasar lain membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih.

Logo Audi [shuterstock]
Logo Audi [shuterstock]

"Kami mengalami kuartal kedua yang sangat sulit. Segalanya mulai membaik, tetapi tidak setajam seperti yang diharapkan," ucapnya.

Sebagian dari penjualan Audi, anak perusahaan Volkswagen, saat ini lebih mengandalkan kendaraan berbasis listrik. Strategi demikian tentunya tidak lepas dari insentif yang diberikan pemerintah Jerman kepada pabrikan otomotif.

Pembuat mobil ini bahkan menargetkan mampu menjual 40.000 model Audi e-tron sepanjang 2020, setelah sebelumnya berhasil menjual sebanyak 17.000 unit dalam enam bulan pertama.

Namun demikian, Markus Duesmann mengakui bila pesaingnya, Tesla memiliki sejumlah keunggulan teknologi yang signifikan.

"Saat ini, Tesla memiliki baterai yang lebih besar dengan kemampuan bergerak lebih jauh. Selain itu, Tesla juga memiliki keunggulan dalam hal komputasi, perangkat lunak, dan sistem kemudi otonom," tutup Markus Duesmann.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS