Penurunan Emisi Akibat Lockdown Tidak Berdampak Terhadap Krisis Iklim

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 20:00 WIB
Penurunan Emisi Akibat Lockdown Tidak Berdampak Terhadap Krisis Iklim
Ilustrasi lockdown [Unsplash/Matt Seymour].

Suara.com - Penelitian baru menyebut meskipun lockdown sempat membuat tingkat emisi menurun, namun aturan dalam waktu singkat ini hanya akan berdampak sedikit atau bahkan tidak sama sekali terhadap krisis iklim yang lebih luas.

Meski begitu, rencana pemulihan ekonomi pasca-lockdown dapat memberikan kesempatan langka agar mengarahkan kembali ekonomi global menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan dapat memenuhi target yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris atau Paris Agreement 2020 untuk climate action.

Bumi secara umum dianggap telah menghangat sekitar 1,1 derajat Celsius sejak awal Revolusi Industri, dengan kenaikan 0,2 derajat hingga 0,9 derajat Celsius diperkirakan terjadi pada 2050. Tantangan besar adalah untuk membatasi pemanasan terjadi lebih lanjut hingga 1,5 derajat Celsius.

Meskipun terjadi penurunan emisi yang signifikan tetapi singkat, studi baru menemukan bahwa tindakan penguncian yang sedang berlangsung hanya akan mengurangi pemanasan global sebesar 0,01 derajat Celsius menjadi 0,005 derajat Celsius lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada 2030. Dengan kata lain, efek jangka panjang dari lockdown tentang perubahan iklim sangat mengecewakan.

Suasana lengang di jalan Rasuna Said arah Sudirman, Jakarta, Senin (16/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana lengang di jalan Rasuna Said arah Sudirman, Jakarta, Senin (16/3). Saat awal outbreak COVID-19 [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, studi ini juga berpendapat jika ekonomi global beralih dari lockdown dengan rencana pemulihan ekonomi hijau, maka ada kemungkinan menjaga Bumi dari pemanasan melebihi 1,5 derajat Celsius pada pertengahan abad ini.

"Pilihan yang dibuat sekarang dapat memberi kita peluang kuat untuk menghindari pemanasan tambahan 0,3 derajat Celsius pada pertengahan abad, mengurangi separuh dari pemanasan yang diharapkan berdasarkan kebijakan saat ini," kata Piers Forster, penulis studi dan profesor Perubahan Iklim Fisik di Universitas Leeds, seperti dikutip dari IFL Science pada Sabtu (8/8/2020).

Dilaporkan dalam jurnal Nature Climate Change minggu ini, para ilmuwan di Inggris menghitung 10 gas rumah kaca dan polutan udara berubah antara Februari dan Juni 2020 di 123 negara dengan melihat simulasi NASA yang digabungkan dengan data tentang pergerakan orang yang dikumpulkan oleh Apple dan Google.

Para ahli menemukan bahwa mobilitas menurun lebih dari 10 persen selama April 2020 di 124 negara, sementara mobilitas menurun hingga 80 persen di lima atau lebih negara.

Secara kasar, ini diterjemahkan menjadi 10 hingga 30 persen penurunan global terhadap karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), dan emisi lainnya pada April 2020. Namun, efek keseluruhan pada iklim Bumi tidak akan berarti karena banyak emisi, termasuk CO2, dapat bertahan di atmosfer untuk waktu yang lama. Selain itu, tingkat polusi sudah kembali mendekati normal di banyak bagian dunia.

baca juga

Dengan sebagian besar negara mulai menyusun rencana pemulihan ekonomi pasca-lockdown, studi tersebut berpendapat bahwa manusia dapat membuat peluang untuk membentuk kembali ekonomi dengan mendorong energi terbarukan dan efisiensi tinggi, daripada memulihkan industri bahan bakar fosil. Dengan demikian, Bumi dapat memenuhi beberapa target iklim yang diinginkan dan menghindari beberapa perubahan iklim yang paling ekstrem.

Menurut Profesor Dave Reay, Ketua di Carbon Management dan direktur eksekutif Edinburgh Centre for Carbon Innovation di University of Edinburgh, manusia saat ini harus memfokuskan pikiran pada apa yang diinginkan untuk keberlangsungan kehidupan di Bumi selanjutnya.

Memilih antara pemulihan hijau dari energi terbarukan dan efisiensi energi, bahkan ada peluang untuk memenuhi Perjanjian Paris dan menghindari dampak perubahan iklim yang menghancurkan bagi jutaan orang, atau memilih pemulihan bahan bakar fosil dan menempatkan diri pada jalur pemanasan global lebih dari 2 derajat Celsius yang dapat membahayakan generasi mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

Cuaca Makin Tak Menentu, Terlambatkah Kita Menghadapi Krisis Iklim?

Cuaca Makin Tak Menentu, Terlambatkah Kita Menghadapi Krisis Iklim?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:51 WIB

Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:38 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

Bukan Hanya Emisi Kendaraan: Penelitian Baru Ungkap Jalur Lain Pembentukan Polusi Udara

Bukan Hanya Emisi Kendaraan: Penelitian Baru Ungkap Jalur Lain Pembentukan Polusi Udara

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:15 WIB

Benarkah Perubahan Iklim Picu Migrasi Besar-besaran? Riset Ungkap Jawabannya Kompleks

Benarkah Perubahan Iklim Picu Migrasi Besar-besaran? Riset Ungkap Jawabannya Kompleks

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:55 WIB

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:11 WIB

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:21 WIB

Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia

Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Resmi Ngaspal di Jogja Mulai Rp29 Jutaan, Ini Ubahan Radikal Vario Evo 160 yang Bikin Terpesona

Resmi Ngaspal di Jogja Mulai Rp29 Jutaan, Ini Ubahan Radikal Vario Evo 160 yang Bikin Terpesona

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:14 WIB

Ketergantungan Ford pada Teknologi AI Berujung Petaka dan Panggil Kembali Ratusan Insinyur

Ketergantungan Ford pada Teknologi AI Berujung Petaka dan Panggil Kembali Ratusan Insinyur

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:45 WIB

Bagian yang Wajib Diperiksa saat Service Mobil Sebelum Lakukan Road Trip

Bagian yang Wajib Diperiksa saat Service Mobil Sebelum Lakukan Road Trip

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:15 WIB

Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian

Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:05 WIB

Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior

Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:25 WIB

Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta Mekkah Pakai Toyota Voxy

Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta Mekkah Pakai Toyota Voxy

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:02 WIB

Pasarkan Produk di Indonesia, Changan Akui Belum Pikirkan Lakukan Perakitan Lokal

Pasarkan Produk di Indonesia, Changan Akui Belum Pikirkan Lakukan Perakitan Lokal

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:55 WIB

Inspirasi Yamaha Grand Filano dengan Gaya Racing Look yang Sedang Jadi Tren Modifikasi

Inspirasi Yamaha Grand Filano dengan Gaya Racing Look yang Sedang Jadi Tren Modifikasi

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:03 WIB

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:25 WIB

Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?

Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:05 WIB

×