BMW Ajukan Paten Lengan Ayun Sepeda Motor Fleksibel

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
BMW Ajukan Paten Lengan Ayun Sepeda Motor Fleksibel
BMW Motorrad G 310 R. Sebagai ilustrasi produk yang mengaplikasikan serat karbon [Shutterstock].

Integrasi lengan ayun ke sasis utama dengan cara ini terbilang radikal.

Suara.com - BMW Motorrad baru-baru ini mengajukan sebuah paten inovasi yang berbeda. Yaitu hak paten atas lengan ayun atau swingarm fleksibel.

Melansir Visordown, paten terbaru BMW ini menunjukkan pendekatan radikal tentang cara mengintegrasikan swingarm dengan sasis utama. Pabrikan merekayasa serat karbon menjadi kaku di beberapa titik. Namun sangat fleksibel di arah lain.

Hasilnya teknologi yang dikembangkan BMW ini memungkinkan lengan ayun mampu menekuk guna meredam benturan.

Kendati demikian, perusahaan sepertinya tetap akan menggunakan peredam kejut konvensional. Pasalnya, komponen lentur itu tidak dapat memberikan redaman di semua lintasan, terlebih trek balap. Selain itu, suspensi tetap ada agar memberikan efek pegas pada porsinya.

Paten BMW Motorrad  untuk swingarm fleksibel [Visor Down].
Paten BMW Motorrad untuk swingarm fleksibel [Visor Down].

Apa yang dilakukan perusahaan otomotif asal Bavaria ini sebenarnya tidak sepenuhnya baru. Teknologi semacam itu telah diaplikasikan pada mobil balap bahkan pesawat terbang dengan memanfaatkan fleksibilitas serat karbon.

Piranti ini sering kali menempel pada sasis, agar dapat meningkatkan kekuatan, aerodinamika, dan mengurangi bobot.

Graphite fiber dan bahan ringan lainnya adalah material lazim dalam dunia desain sepeda motor. Material ini sangat diminati pabrikan sepeda motor karena memiliki bobot ringan serta kekuatan tinggi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS