Korsel Bikin Regulasi untuk Atur Bau Mobil Baru

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Korsel Bikin Regulasi untuk Atur Bau Mobil Baru
Diler Honda Nusantara MT Haryono diresmikan pada Selasa (31/7). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Diketahui bahwa pada cat mobil terdapat senyawa yang bisa menimbulkan berbagai reaksi kesehatan seperti iritasi mata, pusing, sesak napas, dan mual.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan mengambil kebijakan unik dengan mengatur aroma atau bau mobil baru karena diyakini bisa merugikan atau membahayakan orang, demikian dilaporkan Autocar minggu ini.

Diketahui bahwa pada cat mobil terdapat senyawa yang bisa menimbulkan berbagai reaksi kesehatan seperti iritasi mata, pusing, sesak napas, dan mual. Gejala-gejala itu biasa dirasakan oleh mereka yang menderita sindrom racun mobil.

Berasal dari delapan zat, senyawa itu dikenal sebagai organik volatil. Delapan zat itu adalah asetaldehida, akrolein, benzena, etilbenzena, formaldehida, stirena, toluena, dan xilena.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan pada 2005, sejumlah besar pemilik mobil baru merasakan sindrom racun mobil tersebut. Karenanya kini pabrikan mobil di Korsel diatur dalam penggunaan cat yang mengandung senyawa organik volatil.

Baca Juga: Honda HR-V Baru Tercyduk di Uji DI Jalanan, Bentuknya Gagah Memikat

Aturan ini sebelumnya sudah diterapkan juga di Jepang dan China, dua negara penghasil mobil terbanyak di dunia. China sudah mengatur soal senyawa pada cat mobil sejak 2012. Aturan itu telah memaksa Ford, sebagai contoh, menghilangkan aroma atau bau mobil baru sama sekali.

Tidak hanya negara, di level PBB lembaga Komisi Ekonomi untuk Eropa (UNECE) sejak 2014 telah memiliki standar kualias udara interior mobil.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS