Sepakat Kerja Sama, Aston Martin Adopsi Teknologi Hybrid Mercedes-Benz

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sepakat Kerja Sama, Aston Martin Adopsi Teknologi Hybrid Mercedes-Benz
Aston Martin Rapide. Sebagai ilustrasi salah satu produk Aston Martin [Shutterstock].

Kelak, teknologi hybrid milik Mercedes-Benz akan disematkan untuk produk Aston Martin.

Suara.com - Saat ini, Mercedes-Benz telah mengakuisisi saham lebih besar dari Aston Martin. Dan hasil dari kesepakatan kedua belah pihak, salah satu perusahaan kebanggaan Britania Raya ini akan mendapatkan kesempatan adopsi teknologi dari perusahaan Jerman tadi.

Adapun akses yang diberikan Mercedes-Benz kepada Aston Martin adalah sistem hybrid dan powertrain bagi kendaaan bertenaga listrik terbaru.

"Kami sudah memiliki kemitraan teknologi yang sukses bersama Aston Martin. Di mana kerja sama ini menguntungkan kedua perusahaan," jelas Wolf-Dieter Kurz, Kepala Strategi Produk Mercedes-Benz, sebagaimana dikutip dari Motor1.

Ia menambahkan, dengan kemitraan baru yang diperluas ini, Mercedes-Benz dapat memberikan Aston Martin akses tentang teknologi dan komponen terbaru.

Baca Juga: Kinerja Toyota Lampaui Mercedes-Benz dan BMW di Masa Pandemi Global

Mercedes-Benz EQC 400 4MATIC [Shutterstock]
Mercedes-Benz EQC 400 4MATIC. Sebagai ilustrasi salah satu produk mobil listrik dari Mercedes-Benz  [Shutterstock]

"Hal ini termasuk sistem penggerak hybrid dan listrik generasi mendatang," ungkap Wolf-Dieter Kurz, President dan Chief Executive Officer (CEO) Mercedes-Benz Turk AS.

Kesepakatan antarkedua belah pihak mencapai total nilai 373 juta dolar Amerika Serikat. Dan untuk mencapai kepemilikan saham maksimum, yang disepakati sebesar 20 persen. Dengan demikian, saham baru akan diterbitkan dalam beberapa tahap pada 2023, termasuk terkait dengan rilis paket teknologi.

Awalnya, Mercedes-Benz memiliki 2,6 persen kepemilikan saham dari Aston Martin. Sementara kerja sama antarkedua perusahaan sudah berlangsung sejak 2013.

Komentar