Infrastruktur Pengisian Daya Mobil Listrik Dinilai Tak Ramah Disabilitas

Dythia Novianty, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 24 Desember 2020 | 12:31 WIB
Infrastruktur Pengisian Daya Mobil Listrik Dinilai Tak Ramah Disabilitas
Ilutrasi pengisian daya kendaraan listrik. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini telah mengungkapkan, kurangnya aksesibilitas bagi pengendara penyandang cacat di stasiun-stasiun pengisian kendaraan listrik di Inggris.

Sebuah studi dilakukan terhadap 2.200 pengemudi mobil listrik dengan layanan pengisian Zap-Map dan Motability, menemukan dua dari tiga pengemudi yang disabilitas mengalami kesulitan menggunakan perangkat pengisian daya.

Satu dari tujuh mengatakan mereka memiliki masalah dengan berat kabel untuk menyambungkan ke kendaraan listrik (EV). Sementara beberapa pengguna juga mengalami kesulitan mengerahkan tenaga, yang diperlukan untuk memasang konektor.

Pengemudi penyandang disabilitas lainnya juga mencatat masalah, dengan kurangnya trotoar untuk berpijak di sekitar titik pengisian dan pengaturan parkir yang tidak sesuai.

Ilustrasi disabilitas
Ilustrasi disabilitas. [Shutterstock]

“Inggris menyaksikan dimulainya revolusi kendaraan listrik dengan jutaan mobil tanpa emisi akan muncul di jalan kita dalam waktu dekat,” kata Dr Ben Lane, Zap-Map, dikutip dari Motor1, Kamis (24/12/2020).

Ia menambahkan, bisnis dan operator titik pengisian harus lebih fokus pada upaya meningkatkan aksesibilitas dan merancang titik pengisian, yang dapat memudahkan semua orang.

“Banyak penyandang disabilitas akan berpikir untuk berinvestasi dalam kendaraan listrik tetapi dapat terhambat oleh kurangnya aksesibilitas di lokasi titik pengisian daya publik,” sambung Ben Lane.

Sementara itu, Catherine Marris, pemimpin inovasi di Motability, mengatakan aksesibilitas harus menjadi "prioritas" ketika mempertimbangkan infrastruktur pengisian mobil listrik.

“Kami tahu bahwa satu dari lima orang di Inggris adalah penyandang disabilitas dan penelitian terbaru Motability memperkirakan bahwa akan ada 2,7 juta pengemudi atau penumpang cacat pada 2035, dengan 1,35 juta diharapkan sebagian atau seluruhnya bergantung pada infrastruktur pengisian publik,” katanya.

baca juga

Lebih lanjut, ditegaskan Catherine, jika ingin bekerja menuju masyarakat dan ekonomi yang inklusif untuk semua, maka aksesibilitas harus menjadi prioritas.

“Kami berharap dapat mulai bekerja dengan industri dan pemerintah untuk berinovasi solusi untuk mengatasi tantangan aksesibilitas,” tutup Catherine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Disabilitas Internasional: 3 Isu Disabilitas Paling Utama di Indonesia

Hari Disabilitas Internasional: 3 Isu Disabilitas Paling Utama di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 Desember 2020 | 08:55 WIB

Mobil Listrik Apple Meluncur di 2024?

Mobil Listrik Apple Meluncur di 2024?

Otomotif | Selasa, 22 Desember 2020 | 19:58 WIB

Capaian Kinerja Sektor Mineral dan Batubara Tumbuh Positif

Capaian Kinerja Sektor Mineral dan Batubara Tumbuh Positif

News | Selasa, 22 Desember 2020 | 14:49 WIB

Menhub Budi Karya Pilih Mobil Listrik Korea, Warganet: Kok Bukan Esemka?

Menhub Budi Karya Pilih Mobil Listrik Korea, Warganet: Kok Bukan Esemka?

News | Sabtu, 19 Desember 2020 | 07:26 WIB

Pilkada 2020, Partisipasi Pemilih Disabilitas di Padang Masih Rendah

Pilkada 2020, Partisipasi Pemilih Disabilitas di Padang Masih Rendah

Sumbar | Jum'at, 18 Desember 2020 | 18:42 WIB

Peminat Mobil Listrik Masih Pertimbangkan soal Pengisian Daya & Harga

Peminat Mobil Listrik Masih Pertimbangkan soal Pengisian Daya & Harga

Riau | Jum'at, 18 Desember 2020 | 09:47 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×