alexametrics

Mari Modifikasi CVT, Agar Tarikan Motor Matik Makin Dahsyat

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mari Modifikasi CVT, Agar Tarikan Motor Matik Makin Dahsyat
Ilustrasi deretan sepeda motor, termasuk bertransmisi matik [Artem Beliaikin/Unsplash]

Dengan utak-atik sederhana, tarikan motor bisa makin ringan.

Suara.com - Continuously Variable Transmission atau lebih akrab disebut CVT adalah salah satu komponen penting dalam motor matik alias sepeda motor bertransmisi otomatis. Sesuai namanya, alat ini tak lain sebuah sistem transmisi penggerak mesin bagi motor matik.

Secara sederhana, CVT berfungsi sebagai alat yang menggerakkan motor matik agar dapat digunakan berkendara. Alat ini berhubungan langsung dengan ban motor, di mana ia akan meneruskan laju putaran yang berasal dari mesin sampai ke roda.

Oleh karena itu, komponen CVT seringkali menjadi sasaran para pemilik motor matik untuk dimodifikasi atau upgrade. Hal ini bertujuan membuat tarikan motor semakin ringan.

Mengutip Wahana Honda, modifikasi ringan bisa dilakukan pada serangkaian komponen untuk membuat tarikan CVT lebih ringan.

Baca Juga: Polisi Mau Kasih Hukuman ke Pemotor Knalpot Brong, Endingnya Bikin Ngakak

Tampak bawah transmisi matik CVT [Shutterstock].
Tampak bawah transmisi matik CVT. Sebagai ilustrasi CVT [Shutterstock].

Berikut tips modifikasi agar tarikan motor matik semakin mantap:

1. Ubah bobot komponen roller pada CVT

  • Keberadaan roller dalam sistem kerja CVT memiliki peranan yang cukup krusial yakni sebagai pengatur pergerakan sliding primary sheave. Komponen ini bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal, di mana ia akan menjauhi poros putaran yang dikelilinginya.
  • Karena keberadaannya yang cukup penting, bisa upgrade komponen roller. Bisa memainkan atau mengubah bobot roller yang biasanya dibekali pabrik dengan beban massa yang cukup berat.
  • Penggunaan roller yang lebih ringan akan membuat kinerja sistem CVT motor akan jauh lebih mulus saat digunakan berkendara.

2. Perpanjang jalur roller kendaraan

  • Roller bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal. Artinya, komponen ini memiliki jalurnya tersendiri yang bisa diubah atau diutak-atik jalurnya sesuai preferensi.
  • Jika menginginkan tarikan mesin motor yang lebih ringan, bisa mengubah jalur menjadi sedikit lebih panjang. Dengan demikian, komponen roller akan bekerja mengangkat jalurnya lebih tinggi. Sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin pada putaran teratas dapat lebih terisi dan mengoptimalkan kinerjanya.
  • Untuk melakukan upgrade pada komponen ini, bisa langsung membawanya ke bengkel atau dengan mengopreknya sendiri. Bisa menggunakan mata bor tuner ataupun menggunakan alat bantu yang biasa digunakan untuk mengeruk.
  • Poin utamanya adalah membuat jalur komponen roller lebih presisi dan landai agar ia dapat bergulir dan berfungsi dengan sempurna.

3. Mengganti komponen per pada CVT

  • Modifikasi ringan untuk meningkatkan kinerja dari CVT adalah dengan mengganti komponen per yang sudah terpasang. Mekanik bengkel biasanya akan menyarankan menggunakan per yang memiliki karakter lebih keras dan sedikit lebih panjang.
  • Tujuannya adalah mempercepat proses akselerasi dalam kendaraan.
  • Produk per CVT ini dapat dengan mudah ditemukan di bengkel atau toko otomotif yang menjual barang-barang aftermarket.
  • Pada dasarnya, penggunaan per bisa disesuaikan preferensi. Namun juga harus disesuaikan dengan spesifikasi dari motor atau kendaraan roda dua yang dimiliki.

Baca Juga: Curi Sepeda Motor Matik Belasan Kali, Maling dan Penadah di Bali Ditangkap

Komentar