alexametrics

Gunakan Busi Racing untuk Harian, Ternyata Berdampak pada Kinerja Mesin

Dythia Novianty | Manuel Jeghesta Nainggolan
Gunakan Busi Racing untuk Harian, Ternyata Berdampak pada Kinerja Mesin
Ilustrasi sepeda motor yang tengah parkir. (Shutterstock)

Memaksimalkan tenaga pada motor, biasanya digunakan busi racing.

Suara.com - Memaksimalkan tenaga pada motor, biasanya digunakan busi racing untuk menghasilkan pembakaran yang lebih maksimal.

Belakangan, banyak pemilik motor lebih memilih menggunakan busi racing, padahal motor yang digunakan bukan buat balapan, melainkan untuk penggunaan harian.

Tanpa diketahui, hal ini sebenarnya memberikan dampak buruk terhadap motor.

Mengutip laman Federal Oil, berikut beberapa dampak buruk jika memaksa motor harian menggunakan busi racing.

Baca Juga: Lanjutkan Kerja Sama, Federal Oil Siap unjuk Gigi di Sirkuit Mandalika

Ilustrasi busi sepeda motor. [Shutterstock]
Ilustrasi busi sepeda motor. [Shutterstock]

Busi racing sudah dilengkapi dengan spesifikasi resistor yang lebih. Akibatnya, jika digunakan dalam motor harian, mesin akan sulit dinyalakan karena perbedaan sistem kelistrikan.

Selain itu, busi racing khusus digunakan untuk kompresi tinggi. Jika digunakan dalam motor harian, efeknya akan menyebabkan gagal pembakaran dan menimbulkan kerak.

Dalam putaran tinggi, mesin motor akan terasa nyaman, tapi saat digunakan dalam putaran rendah, motor justru akan terasa brebet.

Dampak lainnya adalah kinerja mesin akan ikut terganggu dan berpotensi menyebabkan kerusakan mesin akibat posisi pembakaran yang tidak terpusat.

Intinya, busi racing sebaiknya tidak digunakan untuk motor harian (kecuali busi racing yang diciptakan khusus untuk pemakaian harian).

Baca Juga: Yuk, Ikut Program Ganti Oli Berhadiah dari Federal Oil

Pasalnya, bisa berdampak panjang dan berpengaruh kepada performa mesin serta kenyamanan selama berkendara.

Komentar